RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Bali tak hanya menawarkan pantai, pura, dan destinasi wisata populer. Wisatawan kini dapat mengenal sisi lain Pulau Dewata melalui pengalaman yang dipandu masyarakat lokal, mulai dari konservasi kunang-kunang hingga belajar melukis Kamasan.
Melalui Airbnb Experiences, semakin banyak tuan rumah lokal di Bali yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam, budaya, kuliner, seni, desain, hingga wellness. Pengalaman tersebut mengajak wisatawan mengenal tempat, tradisi, dan cerita yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
Salah satunya ditawarkan Wayan Wardika di Desa Taro, sekitar 20 kilometer di utara Ubud. Wayan mengajak wisatawan melihat upaya konservasi kunang-kunang yang populasinya kian sulit ditemukan akibat perubahan lingkungan, termasuk penggunaan pestisida dan polusi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui inisiatif Bring Back The Light, yang melibatkan petani lokal, peneliti, dan ilmuwan muda untuk memulihkan populasi kunang-kunang sekaligus habitatnya.
“Kunang-kunang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kearifan lokal, spiritualitas, budaya, dan tradisi Bali. Saat kita melindungi kunang-kunang, kita juga sedang melindungi bagian kecil dari identitas budaya dan kearifan yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Wayan, Minggu (20/9/2026).
Dalam pengalaman yang dipandunya, wisatawan tidak sekadar menyusuri sawah untuk melihat cahaya kunang-kunang. Mereka juga mempelajari siklus hidup serangga tersebut, bertemu anak-anak muda yang terlibat dalam penelitian dan pembiakan, serta berinteraksi dengan keluarga Wayan.
Menurut Wayan, sejumlah pengalaman yang paling membekas bagi tamu adalah kunjungan ke laboratorium, menikmati makanan bersama keluarganya, dan menyaksikan kunang-kunang hidup bebas di alam terbuka.
Pengalaman berbeda ditawarkan seniman Ida Bagus Rekha. Melalui Airbnb Experiences, ia memperkenalkan wisatawan pada lukisan Kamasan, seni tradisional Bali yang berkaitan erat dengan sejarah visual dan budaya pulau tersebut.
Ida Bagus Rekha mempelajari seni Kamasan dari gurunya, Nyoman Mandra, seniman dan praktisi Kamasan asal Klungkung. Pengetahuan itu kemudian ia teruskan kepada wisatawan melalui sesi belajar yang menitikberatkan pada proses dan konteks budaya.
Para tamu mempelajari proses pewarnaan lukisan Kamasan secara bertahap. Mereka juga diperkenalkan pada asal-usul, fungsi tradisional, dan makna budaya di balik karya tersebut.
“Lewat pengalaman ini, saya berharap para wisatawan dapat lebih memahami bagaimana seni Bali telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kami,” ujar Ida Bagus Rekha.
Menurut dia, proses melukis Kamasan membutuhkan kesabaran karena setiap warna diaplikasikan satu per satu secara berurutan. Para tamu bahkan kerap larut dalam proses tersebut hingga tak menyadari sesi belajar berlangsung selama tiga jam.
Menjadi tuan rumah Airbnb Experiences juga memperluas jangkauan Khatha Studio, yang sebelumnya berfokus pada audiens lokal. Kini, studio tersebut menjangkau masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
“Menjadi tuan rumah Airbnb Experiences memberi saya penghasilan tambahan yang mendukung saya sebagai seniman, mulai dari menciptakan karya-karya baru hingga mempersiapkan pameran saya,” kata Ida Bagus Rekha.
Kisah Wayan dan Ida Bagus Rekha menunjukkan bentuk wisata yang tidak semata-mata berorientasi pada destinasi. Wisatawan diajak mengenal Bali melalui orang-orang yang hidup dan berkarya di dalamnya, sekaligus memahami alam, seni, tradisi, dan kehidupan masyarakat setempat.[]





Comment