Penulis: DR Busyairi Ali, S.H.I, M.H.I | Dosen dan Praktisi Hukum
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA– Dunia dikejutkan oleh serangan poros perlawanan HAMAS yang melakukan aksi heroik pada hari Sabtu 7 Oktober 2023, dimana Hamas melakukan serangan yang diberi kode Badai Al Aqsha kepada entitas penjajah Zionis Israel baik dari darat, udara dan laut dan berhasil memporak porandakan pertahanan penjajah Zionis Israel serta menelan korban kurang lebih 750 org tewas – mayoritasnya tentara IDF serta berhasil menyandera 230 orang.
Selama ini di mata dunia entitas bar-bar zionis Israel ini dikenal mempunyai pertahanan militer yang sangat kuat, memiliki iron dome yang tidak bisa ditembus roket maupun rudal tapi nyatanya serangan badai Al Aqsha telah memporak porandakan pertahanan iron dome mereka dengan serangan 5000 roket dan aksi paralayang Hamas.
Hal ini tentu saja membuat mata dunia terbelalak di mana poros perlawanan Palestina dengan logistik militer yang jauh di bawah zionis Israel telah membuat entitas bar-bar ini kocar kacir bahkan bandara Israel dipenuhi masyarakat sipil yang bersiap meninggalkan israel. Mereka pun mengecam Netanyahu yang tidak bisa melindungi rakyatnya.
Serangan badai Al Aqsha itu dibalas oleh zionis Israel dengan beribu ribu kali lipat serangan secara membabi buta dari udara Gaza. Serangan zionis Israel tersebut membombardir rakyat sipil dan infrastruktur seperti rumah sakit, masjid, gereja, pasar dan sekolah.
Netanyahu resmi mengumumkan perang atas HAMAS dan bersumpah untuk membumi-hanguskan HAMAS sampai ke akar akarnya. Tapi nyatanya sampai hari ke 48 agresi yang dilakukan zionis Israel atas Palestina hanya menyasar rakyat sipil balita, lansia, perempuan dan rakyat sipil yang tak berdaya. Hingga kini, jumlah korban jiwa diperkiraan 11.000 jiwa, lebih dari 20.000 yang luka-luka.
Agresi zionis Israel ke Palestina tidak bisa dikatakan perang, bukan combatan vs combatan tapi zionis Israel telah melakukan genosida atas bangsa Palestina. Zionis Israel tidak berani perang berhadap hadapan secara langsung melalui serangan darat.
Yerbukti ketika zionis Israel berkeinginan melakukan serangan darat diperbatasan jalur Gaza justru menjadi bulan bulanan poros perlawanan HAMAS, JIHAD ISLAM dan faksi perlawanan lainnya, sehingga ratusan tank super canggih milik zionis pun menjadi besi rongsokan dan para tentara tewas digempur oleh poros perlawanan Hamas.
Lantas siapa yang menang dalam peperangan ini? Ada sebagian orang Indonesia buzzer zionis yqng mengatakan bahwa Hamas adalah teroris dan mengakibatkan terbantainya ribuan rakyat sipil. Mereka para buzzer sawo matang menyayangkan aksi konyol Hamas yang hanya berbuah perang serta mengorbankan rakyat sipil. Begitulah narasi yang dibuat oleh buzzer zionis.
Jika kita menghitung jumlah korban dari kedua belah pihak maka korban jiwa di palestina tentu lebih banyak daripada zionis Israel. Korban jiwa di Gaza 11.000 orang dan luka lebih dari 20.0000 sementara dari zionis Israel korban jiwa 2.400 orang mayoritasnya tentara sementara Palestina yan menjadi korban rakyat sipil. Hanya puluhan org dari poros perlawanan yang syahid.
Aksi badai Al Aqsha terjadi sebagai akumulasi dari penderitaan rakyat Palestina yg terjajah oleh zionis Israel. Audah 75 tahun penjajahan berlangsung sementara seluruh resolusi PBB dan perundingan damai yang telah dilakukan diinjak injak oleh zionis Israel.
Setiap hari rakyat Palestina diperlakukan seperti binatang oleh zionis Israel. Bagi orang orang yang terjajah, sangat rasional untuk bangkit melawan dan mengusir penjajah dengan cara apapun.
Kita akan menghitung kekuatan militer HAMAS VS ISRAEL!
PEJUANG HAMAS:
0 tank
0 pesawat tempur
0 Iron Dome
35.000 Prajurit
PASUKAN ISRAHELL::
2200 tank
600 pesawat tempur
Iron Dome + Arrow-3
350.000 prajurit
42 hari perang, masih belum bisa kalahkan pasukan Islam, cuma bisa hancurkan rumah sakit, rumah ibadah, tempat pengungsian dan sekolah.
Siapa pemenangnya? Pemenangnya adalah Hamas pejuang perlawanan Palestina. Dari mana kita mengatakan yang menang Hamas? Jawabannya, hampir seluruh dunia baik dari Timur dan Barat tersadarkan bahwa zionis Israel merupakan entitas kriminal, penjajah, penjarah dan melakukan genosida kepada bangsa Palestina.
Dukungan publik dunia untuk kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras tindakan biadab zionis. Meskipun negara negara barat pro zionis tapi mayoritas rakyat mendesak pemerintahnya menghentikan agresi Israel ke jalur Gaza.
Jutaan demonstran turun ke jalan meneriakan kemerdekaan Palestina. Hal ini membuktikan bahwa zionis Israel telah kalah telak di mata publik internasional. Dari segi militer Israel telah kehilangan banyak amunisi dan mental militernya lemah bahkan publik Israel sendiri menyalahkan Netanyahu atas disanderanya keluarga mereka dan para tentara Israel.
Kemenangan dalam sebuah peperangan tidak hanya dilihat dari jumlah korban tapi sejauh mana penguasaan medan tempur, strategi dan mental para pejuang.
Hamas memang hanya salah satu faksi poros perlawan di Palestina bersama dengan faksi faksi lainnya tapi semangat mereka merebut kemerdekaan sudah tertempa selama 36 tahun sejak didirikan tahun 1987. Sementara Israel sebuah negara yang memiliki logistik militer lengkap tapi nyatanya mereka kalah telak baik secara politik maupun militer.
Secara politik poros perlawanan seperti Hamas dan faksi lainnya justeru didukung oleh rakyat Gaza bahkan sebagian besar mereka bersumpah untuk tidak meninggalkan Gaza walaupun nyawa taruhannya.[]









Comment