Proyek Gasifikasi Klaster Nias Dorong Pertemuan Ekonomi 

Daerah, Kep. Nias1058 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Groundbreaking pembangunan gasifikasi pembangkit tenaga listrik melalui penyediaan infrastruktur midstream gas klaster Nias di Desa Dahana, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara resmi dilaksanakan, Kamis (3/7/2025).

Proyek ini merupakan bagian dari upaya transformasi energi dan transisi menuju energi bersih, dengan tujuan dapat mengurangi ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beralih ke gas yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI (Energi Primer Indonesia) Rakhmad Dewanto menjelaskan, proyek gasifikasi klaster Nias akan beroperasi pada kuartal ke empat tahun 2025. “Dengan beroperasinya fasilitas ini akan berdampak sangat positif sekali,” jelasnya dalam acara ground breaking ceremony.

“Selama ini kita pakai BBM yang harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan gas. Kalau diganti dengan gas maka kita bisa melakukan penghematan,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Rakhmad Dewanto, pihaknya memohon dukungan dari masyarakat di Kepulauan Nias, khususnya di Kota Gunungsitoli untuk dapat ikut serta bersinergi mensukseskan pembangunan infrastruktur Liquefied Natural Gas (LNG).

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo menuturkan, dengan adanya pembangunan infrastruktur gasifikasi, PLN dapat menghemat 70 hingga 100 miliar lebih.

“Nias ini pertumbuhan ekonominya sangat cepat dimana tercermin dari permintaan listrik yang mencapai 11 persen, artinya di ufuk barat ini ada harapan,” terang Rizal.

Dengan adanya pembangkit listrik yang mumpuni, Rizal optimis kedepan Kepulauan Nias akan menjadi salah satu daerah yang diminati para investor.

“Daya mampu kelistrikan di Nias ini sudah sangat luar biasa, beban puncaknya sekitar 42 MW, daya mampunya yang terpasang sekitar 62 MW, artinya cadangan kita ada sekitar 20 persen,” paparnya.

“Jadi, mau seperti apapun tingginya pertumbuhan ekonomi di Pulau Nias pasti investor tidak akan keberatan datang kesini karena adanya fasilitas ini,” ucapnya optimis.

Masih di kegiatan yang sama, Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli menuturkan jika pihaknya sangat mendukung penuh pengerjaan proyek gasifikasi dengan memberikan akses.

“Dengan dimulainya proyek gasifikasi ini kami sangat menyambut baik, kami pasti dukung. Kalau ada persoalan jangan segan-segan, kita bereskan, tidak yang dipersulit, tidak ada bayar-membayar,” ucap Sowa’a tegas.

Sejalan dengan hal tersebut, Kordinator Forum Kepala Daerah (Forkada) Kepulauan Nias itu juga menyebutkan bahwa hingga saat ini di Kepulauan Nias masih terdapat daerah yang belum tersentuh jaringan listrik.

Ia pun berharap dengan penghematan yang dilakukan oleh PLN bisa menyuplai pembangunan jaringan listrik di daerah pelosok Kepulauan Nias.

“Jaringan PLN di Kepulauan Nias masih belum merata, masih banyak dusun-dusun belum sampai jaringan listrik,” terang Sowa’a dihadapan para petinggi PLN.

Sowa’a menilai kebutuhan energi listrik di wilayah Kepulauan Nias adalah tuntutan yang harus di jawab bersama seiring pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap seiring kegiatan gasifikasi ini, ada perhatian khusus untuk memperluas jaringan listrik di Kepulauan Nias,” pungkas Wali Kota Gunungsitoli mengakhiri.

Dalam acara groundbreaking pembangunan gasifikasi pembangkit tenaga listrik ini, terpantau hadir GM PLN UID Sumatera Utara, Manager PLN UP3 Nias, Bupati Nias, Kajari Gunungsitoli, Waka Polres Nias, para perwakilan Bupati Nias Utara, Bupati Nias Barat, Bupati Nias Selatan serta para undangan lainnya.[]

Comment