RADARINDONESIANEWS.COM, JAYAWIJAYA — Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2025 memasuki hari kedua dengan antusiasme yang terus meningkat. Ribuan wisatawan mancanegara dan domestik memadati kawasan Distrik Usilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (8/8/2025).
Festival yang resmi dibuka sehari sebelumnya oleh Bupati Jayawijaya Atenius Murip ini menampilkan beragam pertunjukan budaya khas Pegunungan Tengah Papua. Di antaranya adalah workshop budaya “Warisanku”, atraksi perang-perangan tradisional, tarian adat dari distrik-distrik sekitar Jayawijaya, nyanyian rakyat, serta sejumlah perlombaan budaya.
Beberapa lomba yang menyedot perhatian wisatawan antara lain lomba anyaman noken, karapan babi, sikoko (lempar tombak), dan puradan (panahan tradisional). Seluruh rangkaian acara dikemas menarik oleh panitia untuk memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Papua kepada dunia.
Hari kedua FBLB juga dihadiri oleh istri Bupati Jayawijaya, dr. Idawati Waromi Murip, yang turut menjadi juri dalam lomba anyaman noken. Ia juga menyaksikan penampilan budaya dari berbagai suku di Distrik Papua Pegunungan yang ambil bagian dalam festival yang akan berlangsung hingga 9 Agustus mendatang.
Dalam sambutannya, Idawati mengungkapkan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan FBLB tahun ini yang berlangsung meriah dan aman. Ia menekankan pentingnya festival ini dalam mempromosikan Jayawijaya sebagai destinasi wisata internasional.
“Wamena aman. Kami bersyukur Festival Lembah Baliem yang ke-33 ini begitu ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan lokal. Jayawijaya damai, nyaman, dan indah untuk dinikmati,” ujar Idawati.
Ia juga menegaskan pesan utama FBLB tahun ini, yakni “Dari Tanah Jayawijaya untuk Dunia.”
Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian pengunjung hari ini adalah lomba karapan babi, yang diikuti oleh sejumlah suku dari Distrik Usilimo dan sekitarnya.[]









Comment