Aon, Seorang Pejuang 45 Jatuh Sakit Pemerintah Kurang Peduli

Berita819 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Sosok pejuang bangsa Indonesia yang tidak terpublikasi atas nasibnya mulai muncul. Salah satunya Aon, pejuang asal Cianjur yang saat ini terbaring sakit dan hanya mendapatkan akses di Rumah Sakit Cianjur Kelas II. Inilah nasib pejuang bangsa yang telah berjuang dengan segala kemapuannya. Aon, Pejuang 45 ini sudah berusia 90 tahun. 
Salah satu putra Aon mencoba berbagi duka atas apa yang dialami oleh ayahnya yang tercatat sebagai pejuang. Dirinya merasa kecewa dengan ketidak pedulian bangsa yang telah “merdeka” ini terhadap ayahnya yang terbaring sakit. Kekecewaan sang anak ini dituliskan dalam akun FB miliknya. 
Dirinya berharap agar Panglima TNI melihat penderitaan pejuang yang merebut kemerdekaan dengan bertaruh nyawa, menentang peluru tajam yang siap menembus dadanya, untuk rakyat Indonesia menuju pintu gerbang kemerdekaan “Merdeka atau Mati”, tulisan dalam akun facebook putra Aon.
Putra Aon tersebut menambahkan dalam akun FB nya, sang Anak Pejuang Kemerdekaan itu menulis.

”Ini Bapak Saya dia seorang pejuang 45 pensiun tahun 1975 dengan pangkat Pelda dari Batalion 322 Jakarta ..penghargaan yang di dapat
1. Berjuang melawan Agresi Blanda ke satu dan kedua
2. Bintang gerilia
3. Bintang swindu dan masih banyak penghargaa n dari pemerintah orde lama dan orde Baru
“Saya merasa sedih sekaligus kecewa dengan pemerintah.! tgl 26 Agustus 2017 Bapak sakit keras, kami bawa ke rumah sakit di Cianjur, askes yg bapa punya di kls 2 karena kondisi bapa perlu di rawat di kls 1 dari pihak rumah sakit diharuskan bayar extra untuk kamar tiap harinya, karena prosodurnya seperti itu .kami coba bicara dg kasir menyampaikan supaya tidak bayar lagi dan disampaikan bahwa bapa ini seorang pejuang kemerdekaan jawaban kasir “rumah sakit tetap tidak bisa dan harus bayar extra per harinya karena prosudur.

“Saya tidak menyalah kan Kasir, atau Rumah sakitnya mungkin prosudure nya untuk pindah dari kls 2 ke kls 1 seperti itu, yg saya sayangkan kenapa pemerintah tidak memberikan pasilitas yg lebih bagus untuk pejuang seperti bapa saya ini, kemungkinan dia akan lama di rumah sakit mengingat kondisinya yg menghawatirkan, dia merasa kesakitan trs dg penyakitnya itu, klo di rawat di rumah. jadi bapa perlu perawatan di rumah sakit. saya tidak meminta bantuan keuangan, tapi saya ingin bapa saya merasa di hargai sebagai perjuang. karena dia tahu bahwa di kls satu harus bayar lgi dan dia tidak ingin merepotkan anak2nya.
“Dia selalu bertanya siapa yg bayar sisanya bapa ga punya uang katanya, saya berharap pihak rumah sakit/pemerintah tidak mengharuskan untuk membayar extra. mengingat bapa seorang perjuang ikut memerdekakan indonesia kepada teman2 FB mohon doanya supaya bapa sehat kembali. Aamiin (Bapa Aon Rumah sakit Cianjur Ruang Angkrek No5).
Melihat kondisi ini, Mayjen Purn.TNI Tatang Zaenudin langsung aksi dan menjenguk sekaligus memberikan penghormatan kepada Aon yang saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Cianjur. 
Bagi Tatang kepedulian terhadap sesama adalah kewajiban, terlebih sosok Aon adalah pejuang bagi Tatang adalah sebuah penghormatan baginya, dimana masih diberikan kesempatan bertemu dengan salahsatu pejuang asal Cianjur dalam usia 90 tahun meski saat ini masih terbaring dirumah sakit. [TW]

Comment