APTIKNAS Usulkan Enam Program Digital Nasional ke Menteri Ekraf

Nasional1009 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA— Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) mengusulkan enam program strategis penguatan ekosistem digital nasional dalam audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jakarta, 12 Maret 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan dihadiri sejumlah asosiasi industri digital, antara lain Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), serta Badan Ekosistem Digital KADIN Indonesia.

Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso atau Hoky mengatakan transformasi digital membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun juga membawa risiko baru seperti penipuan digital dan serangan siber.

“Digitalisasi memang memberi peluang ekonomi yang besar. Namun pada saat yang sama muncul berbagai ancaman keamanan digital yang harus diantisipasi secara serius,” kata Hoky.

Dalam pertemuan itu, APTIKNAS memaparkan enam program yang diharapkan dapat dikolaborasikan dengan pemerintah.

Program pertama adalah National Cybersecurity Connect 2026, forum nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman siber. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Jakarta.

Program kedua adalah ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award, yang akan digelar 29–31 Juli 2026 di Jakarta. Forum internasional ini akan menghadirkan pelaku industri teknologi dari negara-negara Asia dan Oseania untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan.

Program ketiga, Indonesia Game Experience, ditujukan untuk mendorong pertumbuhan industri gim nasional melalui kegiatan di lima kota besar.

Program ini memberi ruang bagi pengembang gim lokal memamerkan karya mereka serta membuka peluang kolaborasi dengan investor.

APTIKNAS juga memperkenalkan program Warkop Digital, ruang kolaborasi berbasis komunitas yang menggabungkan budaya warung kopi dengan literasi teknologi. Program ini diharapkan menjadi tempat berbagi pengetahuan digital sekaligus pendampingan bagi pelaku UMKM.

Program kelima adalah roadshow teknologi di 10 kota, yang bertujuan memperluas literasi teknologi informasi serta membuka peluang kerja sama bisnis digital di berbagai daerah.

Sementara program keenam adalah pengembangan Mall APTIKNAS, platform marketplace teknologi yang dirancang untuk menghubungkan pelaku industri TIK, startup, UMKM digital, hingga pelaku ekonomi kreatif dalam satu ekosistem kolaborasi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik berbagai inisiatif tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital.

“Kami mengapresiasi berbagai inisiatif dari asosiasi industri. Kolaborasi seperti ini penting untuk pengembangan talenta digital, akses pasar, dan pembiayaan,” ujar Riefky.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan delapan program strategis pemerintah yang dikenal sebagai 8 ASTA Ekraf, meliputi Ekraf Data, Ekraf Bijak, Talenta Ekraf, Infra Ekraf, Sinergi Ekraf, Pasar Ekraf, Dana Ekraf, dan Ekraf Kaya.

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Ekonomi Kreatif, di antaranya Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Jasa TIK Abdul Malik, Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha Feryawan, dan Direktur Aplikasi Tri Wahyudi.

Pemerintah dan asosiasi sepakat memperkuat kerja sama dalam pengembangan talenta digital, peningkatan kapasitas industri teknologi, serta inovasi berbasis teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi digital.[]

Comment