Arief Poyuono: Impor LNG justru memberikan dampak efisiensi bagi PLN

Berita927 Views
Arief Poyuono.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dalam Nawacita di sektor energi, Presiden RI Ir. Joko Widodo sudah berhasil melakukan perubahan tata kelola dalam bidang energi selama dua (2) tahun terakhir ini, demikian ungkap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono SE, MKom berdasarkan keterangan singkatnya, Senin (11/9).
“Dalam perubahan tata kelola bidang energi pemerintah menetapkan tata niaga gas, serta mengalihkan subsidi dari sektor energi ke sektor produktif lainnya,” 
paparnya.
Kemudian, sambung Arief Poyuono bahwa salah satu keberhasilan dalam tata niaga gas adalah import LNG dari Singapore yang sudah ditanda tangani dan disaksikan Presiden Joko Widodo.
“Ini sebuah bentuk penerapan Trisakti Nawacita dalam bidang ketahanan energi dan perlu diberikan apresiasi setinggi tingginya pada Presiden Joko Widodo dengan mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari perusahaan trader asal Singapore, Keppel Offshore Marine apabila dibandingkan dengan negara lain.” tukasnya mengemukakan. 
Arief Poyuono menambahkan, Import LNG dari Singapore harus dipandang dari sisi yang positif, jangan dilihat sebagai sinisme terhadap pemerintahan Joko Widodo.
“Soalnya, pertama, karena produksi LNG dalam negeri sendiri kurang serta cost produksinya mahal akibat banyak terletak di remote area yang belum ada fasilitas infrastruktur nya,” jelasnya.
Selanjutnya, yang kedua, ungkap Arief,  dalam rangka mendukung  keperluan bahan baku LNG bagi pembangkit Listrik yang masuk program 35 ribu MW yang sudah rampung hingga 90% di era Joko Widodo.
“Yang ketiga, di mana ketidak-siapan Pertamina dan PGN untuk melakukan penyedian LNG dengan murah dalam upaya melakukan transformasi bahan bakar  pembangkit Listrik dari BBM menjadi pembangkit Listrik berbahan bakar LNG,” urainya.
Maka itu, lanjut Arief Poyuono, sebaiknya tidak perlu dipolitisasi, karena impor LNG justru memberikan dampak efisiensi bagi PLN.”Hingga harga tarif dasar listrik nanti bisa murah dan membuat sektor Industri terhindar dari terjadinya de-Industrialisasi, sehubungan kurangnya pasokan listrik dan mahal harga tarif listrik nya,” kemukanya.
Selain itu, lanjut Arief, diharapkan ke depan nanti supaya perusahaan penghasil LNG di Indonesia mampu melakukan efisiensi.”Hingga bisa bersaing dengan para trader diluar negeri dan akhirnya bisa menjual harga LNG dibawah harga LNG yang ditawarkan trader trader luar negeri  seperti  Keppel Offshore Marine Dan Pavilion Energi Ltd,” jelasnya.
Dampak impor LNG dari Singapore oleh Pemerintahan Joko Widodo, justru memberikan dampak positive nanti percepatan tumbuhnya investasi di sektor Migas.”Karena akan menarik investor migas Untuk melakukan pencarian sumber sumber migas baru di indonesia untuk di eksploitasi ,Karena Pasar LNG dan komsumsi LNG sangat  besar di Indonesia,” lanjutnya mengemukakan.
“Jadi import LNG yang dilakukan oleh Joko Widodo bukanlah kebijakan yang salah, sebab BBM saja sudah import terus,” ungkapnya.
Impor LNG yang dilakukan hari ini, soalnya menurut Arief akibat kebijakan Pemerintah masa lalu yang tidak pernah berpikir panjang dengan memberikan konsensi ladang ladang migas pada asing.
“Bahkan dengan harga jual yang murah dan khusus untuk diekpor saja, seperti produksi gas di Tangguh, Natuna, Lhoksumawe, sementara pabrik Pupuk saja tutup akibat kurang dan tidak ada pasokan gas,” tutupnya singkat.[Nicholas]

Comment