Asma Sania: Hidup Adalah Sebuah Proses Pembelajaran

Berita880 Views
Asma Sania

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Manusia harus mengetahui siapa hakikat dirinya agar dalam menjalani roda kehidupan ini mampu melaksanakan setiap tuntutan kehidupan itu sendiri.

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT dari segumpal darah lalu disempurnakan penciptaannya. Allah juga yang menetapkan kapan manusia lahir, ajal, jodoh, rizki, jenis kelamin, bentuk tubuh, Semua itu adalah atas kehendaknya. Dalam hal ini, manusia tidaklah mampu menolak.  Dalam konteks ini manusia tak akan ditanya tentang hal tersebut.
Allah SWT juga memberi potensi kepada setiap manusia yang dengannya itu manusia dapat melangsungkan kehidupannya. Setiap manusia memiliki naluri (gharizah) dan hayatul udwiyah (kebutuhan jasmani) serta akal. Di samping itu, Allah kuhs berikan petunjuk hidup agar tidak tersesat ketika di dunia.
Dari ketiga naluri dan kebutuhan jasmani itu harus ada  pemenuhan yang sesuai dengan  koridor Allah SWT agar manusia dapat hidup sesuai tuntunan ilahi. Sungguh, kelak manusia akan dimintai pertanggung-jawaban.
Hidup atau kehidupan ini sebenarnya merupakan sebuah ujian dari Allah SWT.  Sebagai manusia, kita diuji agar menjadi manusia yang kokoh dan kuat dalam menghadapi banyak persoalan hidup, Ketika menjalani ujian mampukah manusia menjawab sesuai dengan pedoman hidup ataukah tidak.
Hidup adalah sebuah proses. Proses belajar dan terus belajar hingga datang ajal. Sebagaimana anak kecil yang baru lahir, dia terus tumbuh kembang seiring bertambahnya usia .mulai dari berbaring, miring, tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan satu dua langkah. Dalam hal ini manusia membutuhkan pengulangan dan terus berproses hingga si bayi bisa berjalan bahkan berlari.
Begitu juga dengan kehidupan ini, harus melalui proses belajar di mana manusia bisa menggunakan akalnya untuk memikirkan strategi agar bisa menjalani kehidupan ini dengan optimis.
Belajar adalah hal yang sangat urgen dan jika tidak melalui proses ini tentu manusia akan mengalami kegagalan menjalani kehidupan bahkan membuatnya menyesal. Menyesali kegagalan di dunia itu wajar, Lebih dari itu adalah agaimana agar kita tidak menyesal kelak di akhirat.
Maka dari itu manusia harus pandai memilih sosok teladan yang mampu mendorong atau memotivasi dirinya agar bisa beramal baik dalam menjalani hidupnya. 
Setiap manusia memiliki sosok teladan untuk memotivasi diri agar bisa beramal sholih. Hidup di dunia ini tidak lain adalah untuk beribadah kepada Allah. Maka ketika memilih sosok teladan haruslah memiliki visi misi yang sama agar tidak bertentangan dengan aqidah Islam.
Ketika kita meneladani kehidupan seorang Rasul, apa yang harus diikuti maka ikuti dan cintailah uswah kita ini. Jadikan teladan dalam segala hal. Bagaimana ibadah Rasul, sifat Beliau, bagaimana cara dakwah Beliau dan lainnya.
Atau kisah dari seorang perempuan seperti ummul mukminiin aisyah dan yang lainnya. Bahkan kita bisa belajar dari teman atau orang lain sehingga mampu memberikan inspirasi ke dalam diri kita. 
Apalagi sebagai pejuang Islam kita harus bisa mencontoh orang-orang sholih, yang taat, sabar, tangguh dan juga pemberani. Pejuang Islam adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi penolong agamaNya yang rela mengorbankan harta, jiwa demi membela agama Allah.[]

Comment