Asosiasi TIK Sambut Pelantikan Pejabat Strategis Kementerian Ekraf, Siap Perkuat Kolaborasi

Nasional21 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf).

Pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi kreatif nasional yang berdaya saing dan berdampak luas bagi masyarakat.

Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (29/1/2026), menetapkan Kiagoos Irvan Faisal sebagai Kepala Biro Komunikasi pada Sekretariat Kementerian/Sekretariat Utama serta Tri Wahyudi sebagai Direktur Aplikasi pada Kedeputian Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Menekraf Teuku Riefky dan disaksikan para saksi serta rohaniawan.

Dalam sambutannya, Teuku Riefky menegaskan bahwa kedua pejabat tersebut merupakan figur-figur terbaik yang dipercaya untuk mengemban amanah strategis dalam memperkuat peran Kemenekraf membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kompetitif di tingkat global.

“Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab besar. Kepala Biro Komunikasi memiliki peran sentral dalam membangun narasi kebijakan yang jelas, kredibel, dan dipercaya publik. Sementara Direktur Aplikasi menjadi kunci dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital guna mempercepat transformasi ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.

Ia juga mengingatkan bahwa sumpah jabatan mengandung tanggung jawab moral dan konstitusional kepada bangsa dan negara, termasuk kewajiban memelihara serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Para pejabat diminta menjadi teladan dengan membangun budaya kerja yang profesional, transparan, dan inovatif, serta mampu mengoptimalkan potensi tim kerja agar program kementerian berjalan efektif dan memberi dampak nyata.

Menutup arahannya, Teuku Riefky mengajak seluruh jajaran Kemenekraf/Bekraf untuk bekerja secara kolaboratif dalam menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa dan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif.

“Bekerjalah dari hati dengan penuh dedikasi dan integritas. Bersama Indonesia Maju, kita wujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Pelantikan tersebut dihadiri antara lain oleh Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan Dian Permanasari.

Tampak hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Kepala Biro Hukum, SDM, dan Organisasi Mochammad Nurul Huda, serta jajaran pimpinan tinggi pratama lainnya.

Menanggapi pelantikan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), serta Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), Ir. Soegiharto Santoso, S.H., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat.

“Atas nama seluruh anggota APTIKNAS, APKOMINDO, PERATIN, dan AGKDI, kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Kiagoos Irvan Faisal dan Bapak Tri Wahyudi. Kami meyakini langkah ini akan semakin memperkuat peran Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Soegiharto menegaskan komitmen asosiasi yang dipimpinnya untuk memperkuat kolaborasi dengan Kemenekraf mulai 2026. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan aplikasi, penguatan talenta digital, standardisasi profesi, hingga akselerasi adopsi teknologi bagi pelaku ekonomi kreatif.

“Tahun 2025 telah menjadi fondasi. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan intensitas dan kedalaman kerja sama pada 2026 dan seterusnya,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif yang lebih luas melalui skema Hexa-Helix yang melibatkan pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, komunitas, serta lembaga keuangan dan investor.

“Sinergi lintas pemangku kepentingan ini menjadi kunci untuk menciptakan dampak yang nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan penguatan struktur kepemimpinan di Kemenekraf dan dukungan sinergi strategis bersama asosiasi TIK, pemerintah diharapkan semakin efektif mendorong kemandirian bangsa serta menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif yang berdaya saing global, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.[]

Comment