ASPIRASI Sampaikan Duka Mendalam, Desak Evaluasi Menyeluruh atas Banjir Bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Nasional245 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta mengguncang kehidupan sosial–ekonomi masyarakat, termasuk para pekerja dan keluarga mereka.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, SE, menyatakan belasungkawa yang tulus kepada seluruh warga yang terdampak musibah.

“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam bagi seluruh korban bencana. Ini merupakan musibah besar yang meninggalkan kerugian fisik, ekonomi, dan emosional bagi masyarakat. ASPIRASI hadir memberikan solidaritas dan dukungan penuh,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (2/12/2025).

ASPIRASI juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BNPB, TNI–Polri, dan para relawan dalam proses evakuasi dan penanganan awal bencana.

Namun demikian, ASPIRASI menilai tragedi ini harus menjadi peringatan nasional terkait urgensi evaluasi pengelolaan lingkungan hidup. Mereka mendesak pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis dan terukur sebagai berikut:

1. Memberikan perlindungan sosial darurat bagi masyarakat serta pekerja/buruh yang kehilangan mata pencaharian.

2. Mempercepat pemulihan infrastruktur vital, termasuk akses jalan, jaringan listrik, layanan air bersih, dan fasilitas publik.

3. Melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab bencana, termasuk dugaan penebangan hutan dan praktik penambangan ilegal yang memperparah kerusakan ekologis.

4. Menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan meningkatkan kerentanan masyarakat terhadap bencana.

5. Memperkuat mitigasi bencana dan tata kelola lingkungan secara transparan dan berbasis data.

Mirah menegaskan bahwa jika terbukti ada praktik perusakan lingkungan oleh oknum tertentu, negara harus bertindak tegas.

“Jika benar terdapat aktivitas penebangan hutan dan penambangan ilegal yang berlangsung tanpa pengawasan, ini adalah ancaman serius bagi keselamatan rakyat. Negara harus turun tangan dengan tegas. Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik yang merusak lingkungan dan membahayakan nyawa manusia,” tegasnya.

ASPIRASI mengajak seluruh elemen bangsa—pekerja, masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi kemanusiaan—untuk memperkuat solidaritas dan memberikan bantuan nyata melalui donasi, dukungan logistik, maupun pendampingan sosial.

Mirah menutup keterangannya dengan kembali menegaskan bahwa kepedulian bersama adalah kunci percepatan pemulihan para korban.[]

Comment