Australia dan Indonesia Perluas Kerja Sama Transisi Energi Bersih Lewat Proyek Geotermal di Sumatera Barat

Nasional346 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Muara Laboh di Sumatra Barat. Kunjungan itu menandai dimulainya proyek perluasan pembangkit listrik yang menjadi tonggak penting dalam upaya transisi energi bersih Indonesia.

Indonesia diketahui memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Pemerintah pun menjadikan energi geotermal sebagai prioritas untuk menghasilkan listrik bersih dan andal dari panas alami bumi.

“Saya senang dapat menyaksikan langsung dimulainya proyek perluasan ini. Australia dan Indonesia bekerja sama untuk memanfaatkan peluang ekonomi dari transisi energi yang inklusif,” ujar Kamath dalam keterangan tertulisnya.

Proyek ini lanjutnya, menunjukkan bagaimana mekanisme pembiayaan campuran dapat membuka akses modal swasta untuk proyek-proyek rendah karbon yang berdampak besar, serta penting dalam mencapai target emisi nol bersih.”

Australia berperan sebagai katalisator dalam pembiayaan proyek tersebut dengan menyalurkan pinjaman lunak senilai USD 15 juta melalui Australian Climate Finance Partnership.

Dana itu merupakan bagian dari skema pembiayaan senilai USD 92,6 juta yang melibatkan Asian Development Bank (ADB) dan PT Supreme Energy Muara Laboh untuk proyek Unit 2 PLTP Muara Laboh.

Listrik dari proyek ini nantinya akan memperkuat bauran energi terbarukan di jaringan listrik Sumatra, dengan pasokan yang cukup untuk sekitar 435.000 rumah tangga.

Selain fokus pada energi bersih, proyek perluasan ini juga mengintegrasikan Rencana Aksi Gender yang mendorong kepemimpinan perempuan, pelatihan keterampilan, serta program magang berbayar di bidang STEM bagi lulusan perempuan.

Proyek yang ditargetkan rampung pada akhir 2027 ini turut memprioritaskan penciptaan lapangan kerja lokal, keterlibatan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Solok Selatan, agar manfaat transisi energi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Mekanisme pembiayaan campuran menjadi fokus utama KINETIK — Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia-Indonesia — yang mendorong investasi hijau dan berkelanjutan di berbagai sektor strategis.[]

Comment