Australia Perluas Kuota Mahasiswa Internasional, Prioritaskan Indonesia dan Asia Tenggara

Pendidikan1317 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Australia akan meningkatkan jumlah penerimaan mahasiswa internasional pada tahun 2026, dengan fokus khusus pada peningkatan jumlah pelajar dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dalam kebijakan terbarunya, kuota mahasiswa internasional akan naik sekitar 9 persen menjadi 295.000 orang pada 2026, dari sebelumnya 270.000 pada 2025. Sekitar dua pertiga dari kuota tersebut akan dialokasikan untuk universitas, sementara sepertiganya untuk sektor vokasi dan pelatihan.

Universitas negeri di Australia dapat mengajukan permohonan tambahan alokasi mahasiswa internasional, dengan syarat menunjukkan upaya peningkatan keterlibatan dengan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara. Bentuk keterlibatan itu antara lain melalui penawaran program pendidikan, kemitraan strategis, pendirian kampus cabang, jaringan alumni aktif, serta pemberian beasiswa.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyambut baik langkah ini. Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan eratnya hubungan antara kedua negara di bidang pendidikan.

“Indonesia dan Australia memiliki kemitraan jangka panjang dalam sektor pendidikan, dan kami menantikan untuk menyambut lebih banyak pelajar Indonesia belajar di Australia. Kehadiran mereka memperkaya lingkungan kampus kami dan memperkuat hubungan kedua negara,” ujar Brazier dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025).

Selain menambah kuota, pemerintah Australia juga mewajibkan universitas menyediakan akomodasi tambahan guna memastikan mahasiswa domestik maupun internasional memiliki akses ke tempat tinggal yang aman dan layak.

Australia selama ini menjadi salah satu tujuan studi favorit bagi pelajar Indonesia. Tercatat, pada 2025, jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Australia mencapai rekor 24.000 orang. Kebijakan terbaru ini diyakini akan semakin mempererat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia.[]

Comment