![]() |
| Menlu Australia, Julie Bishop.[Dok/juliebishop.com] |
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Australia sungguh prihatin dengan situasi yang memburuk di Negara Bagian Rakhine di Myanmar dan krisis kemanusiaan yang ditimbulkan di Myanmar dan Bangladesh. Ini diungkapkan kedua kalinya oleh Julie Bishop, Menlu Australia dalam rilis yang dikirim ke redaksi, Selasa (19/9/2017).
Menurut Julie, Australia akan menyediakan bantuan tambahan hingga 15 juta AUD untuk membantu mengatasi kebutuhan kemanusiaan bagi lebih dari 300.000 jiwa yang terkena dampak krisis ini.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan lebih dari 410.000 orang yang mengungsi dari kekerasan telah menyeberang ke Bangladesh sejak 25 Agustus, dengan jumlah yang diperkirakan akan terus meningkat.
“Dukungan Australia akan berkontribusi terhadap penyediaan makanan, tempat tinggal, air bersih, dan layanan kesehatan penting bagi orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh.” Ujar Julie.
Bantuan ini lanjutnya, akan disediakan melalui Program Pangan Dunia, Organisasi Migrasi Internasional, dan mitra kemanusiaan terpercaya lainnya.
Dana ini kata Julie, merupakan tambahan dari 5 juta AUD yang diumumkan pada 9 September lalu, dan akan menjadikan bantuan Australia untuk Rohingya serta masyarakat yang terdampak di Myanmar dan Bangladesh lebih dari 65 juta AUD sejak 2012.
“Australia mengulangi seruannya kepada pihak berwenang di Myanmar untuk menahan diri, untuk melindungi warga sipil, dan untuk memberikan akses yang tidak terbatas bagi pekerja kemanusiaan.” Imbuh Julie di akhir rilis tersebut.[GF]















Comment