Bachtiar Nasir: Jurnalis Muslim Harus Jadi Penghubung Indonesia dan Dunia Islam

Nasional35 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) Ustadz Bachtiar Nasir menekankan pentingnya peran jurnalis Muslim dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai dinamika geopolitik dunia Islam.

Menurut dia, media memiliki tanggung jawab menjadi penghubung antara perspektif Indonesia dan perkembangan yang terjadi di Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Bachtiar saat membuka Sajid Friday Morning Talk yang menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Bachtiar mengatakan, meski Indonesia secara geografis jauh dari Timur Tengah, posisinya sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia membuat bangsa ini tidak bisa mengabaikan dinamika kawasan tersebut.

“Indonesia memang jauh secara geografi, tetapi sebagai negara dengan umat Islam terbesar sangat dekat dengan lingkaran persoalan itu semua. Karena itu, kita tidak boleh salah, terutama masyarakatnya,” ujar Bachtiar.

Menurut Bachtiar, kehadiran Anis Matta dalam forum tersebut menjadi jembatan penting untuk menjelaskan berbagai perkembangan di Timur Tengah kepada publik Indonesia. Ia menilai kawasan itu memiliki posisi strategis sebagai titik temu Asia, Eropa, dan Afrika sehingga setiap perubahan yang terjadi akan berdampak pada tatanan global.

Ia menilai Anis memiliki kapasitas untuk menjelaskan persoalan Timur Tengah secara komprehensif. Selain berpengalaman di bidang politik, Anis dinilai mampu membaca perubahan geopolitik dari perspektif strategis dan kebijakan luar negeri.

Bachtiar juga menyebut Anis berupaya membawa gagasan politik Islam ke dalam konteks modern tanpa melepaskan pijakan pada khazanah pemikiran para ulama. Menurut dia, pendekatan tersebut penting untuk memahami konflik dan dinamika internasional secara lebih proporsional.

Melalui forum itu, Bachtiar berharap para jurnalis Muslim memperoleh pemahaman yang utuh mengenai peta geopolitik Timur Tengah sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dengan begitu, pemberitaan tidak sekadar mengikuti arus narasi, melainkan dibangun di atas pemahaman yang mendalam.

Ia menambahkan, diplomasi media Islam perlu diperkuat agar masyarakat Indonesia maupun publik internasional memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai berbagai persoalan di dunia Islam.

Bachtiar berharap Sajid dapat menjadi wadah yang menghubungkan Indonesia dengan dunia Islam melalui jejaring media. Menurut dia, kolaborasi tersebut akan memperkuat kontribusi media Indonesia dalam menghadirkan perspektif yang berimbang kepada publik global.

“Semoga kita sebagai pilar keempat demokrasi menjadi bagian yang mencerahkan, bukan yang kemudian menghancurkan tatanan yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan,” Imbuh Bachtiar.[]

Comment