by

Batal Kolaborasi Dengan Dewa Budjana, Wartawan Musik, Buddy Ace Rilis Lagu “Masya Allah” Sendiri

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Akhirnya, Buddy ACe And Comrade, sebuah nama baru di industri musik Indonesia, sukses merilis single perdananya bertajuk ‘Masya Allah’, pada Hari Minggu 19 Juni 2022, pada pukul 22.00 WIB, yang ditandai dengan mengalunnya lagu Pop Grande itu, secara lengkap dalam bentuk video lirik itu di akun YouTube bernama ‘Buddy ACe Corner’.

Buddy ACe And Comrade, adalah nama band proyek kreatif dari seniman musik yang dibentuk oleh Buddy ACe (Song Writer) bersama Donny Askon (Arranger, Mixing, Mastering, Keyboard), Reza Seis (Vocal), Beni Hadislani (Composer) dan Memed Haq (guitar),

“Ini band proyekan pertama saya, yang tidak pernah saya rencanakan sama sekali untuk membentuknya. Ini gara-gara saya mengalami pengalaman berharga, diman saya nyaris kerjasama dengan Dewa Budjana untuk sebuah proyek lagu. Namun akhirnya, lirik lagu yang saya buat itu, batal digunakan oleh Dewa Budjana,” ungkap Buddy ACe, lokomotif dari Buddy ACe And Comrade (Buddy ACe dan Para Sahabat).

Begini kisahnya. Sekitar pertengahan Maret 2022, Buddy ACe, wartawan musik sejak 1986, yang banyak menghabiskan enerjinya pada industri musik di tanah air ini, mendapat tantangan dari kerabatnya, seorang musisi Lemmy Rasidi Ibrahim, untuk membuat lirik lagu reliji, yang musiknya sudah jadi, ciptaan Dewa Budjana, gitaris GIGI.

 

“Semula saya pikir Mas Lemmy iseng aja menawarkan saya menulis lirik lagu. Karena dia sendiri sudah membuat liriknya. Tapi katanya, lirik ciptannya, belum pas untuk sinetron reliji. Sekitar 2 hari setelah tantangan itu, saya pun mengirimkan lirik yang saya buat dengan judul ‘Masya Allah’ ke Lemmy,” ungkap Buddy ACe, Ketua Harian Indonesia Music Forum, sebuah organisasi sosial kebudayaan, yang merangkul komunitas ekosistem musi diseluruh Indonesia.

Lirik lagu yang dibuat Buddy ACe, Pemimpin Redaksi Koran Slank sejak tahun 2002 itu, baru sampai ditangan Dewa Budjana, saat Budjana sudah mulai rekaman dengan Penyanyi Astrid, disalah sebuah studio di daerah Cilandak, Jakarta Selatan. Karena merasa tak menerima lirik dari Buddy, Budjana Bersama Astrid, langsung rekaman dengan lirik lagu apa adanya, yang sebelumnya sudah dibuat oleh Lemmy Ibrahim, drummer yang juga CEO Production House Lemon ID.

“Pada Hari H rekaman itu, saya diminta datang ke studio oleh Lemmy. Katanya mereka mulai masuk studio jam 5 sore. Saya, justru baru sampai studio setelah jam 7 malam. Disaat rekaman sudah berlangsung, dan tidak menggunakan lirik lagu yang saya mkirim ke Lemmu, tapi lupa kirim ke Dewa Budjana,” kisah Buddy ACe, yang kemudian merasa sayang, jika lirik lagu ‘Masya Allah’ yang dibuatnya, hanya dibiarkan begitu saja, setelah gagal digunakan Dewa Budjana.

Tak ingin lirik lagu ciptaannya diam tak berarti, Buddy ACe, Manajer Bisnis Band Kolaborasi All Indonesian Rockstars (AIRS) ini, pun menghubungi salah seorang musisi muda, Benny Hadislani, yang karya-karyanya digunakan oleh penyanyi tenar seperti Iwan Fals, D’Massive dan sejumlah nama penyanyi popular lainnya.

“Melalui WA saya kirim lirik lagu ‘Masya Allah’ pada Benny, di tengah bulan puasa. Benny semula mengatakan bahwa ini sudah puasa, terlambat kalau bikin lagu reliji. Saya bilang, ini memang judulnya Masya Allah, tapi ini lagu universal, bukan hanya untuk Bulan Puasa, tapi untuk setiap saat,” terang Buddy ACe, kakak kandung Abdee Negara, Gitaris Slank ini.

Benny, yang saat dihubungi Buddy, kebetulan sedang berada distudio rekaman. Langsung merespon dengan cepat. Tak lebih dari 1 jam, lirik lagu ‘Masya Allah’, pun “jadi”. Direkam dengan menggunakan gitar akustik dan suara Benny sendiri.

Hasil lagu yang dibuat Benny, oleh Buddy ACe, yang sudah berpengalaman mendengarkan secara langsung proses kreatif rekaman dari banyak musisi, memberi masukan pada Benny. Lebih kurang tiga kali bolak-balik, akhirnya Buddy merasa yakin, lagu tersebut sudah sesuai dengan harapannya.

“Saya lalu memikirkan siapa yang pas dan pantas menyanyikan lagu ini? Saya memahami sebuah konsep musikal. Jika lagu Rohani Kristen cocok dengan musik Gospel. Maka lagu reliji Islam, cocoknya dikemas dengan musik bernuansa Melayu. Dan kebetulan saya baru membantu sebuah band Bernama SEIS untuk rekaman di Perusahaan Nagaswara. Suara vokalisnya unik banget, seperti mendengar karakter suara Tompi tapi dalam warna Pop. Saya pun langsung mengirimkan hasil rekaman suara Benny ke Reza, vokalis SEIS,” beber Buddy ACe, konseptor Program Edukasi Musik bernama ‘Wrockshop’, yang dibuatnya sejak 2016 hingga 2019, bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Terbukti, Reza tak menolak saat disodorkan lagu ‘Masya Allah’ oleh Buddy ACe. Tak lebih dari sehari, ia sudah mengirimkan Kembali hasil interpretasinya terhadap lagu ‘Masya Allah’.

“Ini sebuah kehormatan buat saya menyanyikan lagu ciptaan Om Buddy ACe. Saya tahu sejak dulu Om Buddy sudah banyak menulis lagu, tapi hanya untuk dinyanyikannya Bersama istri dan anak-anaknya. Baru kali ini lagunya, mau direkam, dan alhamdulillah saya yang diminta untuk menyanyikannya. Hanya perlu 2 kali perubahan, Om Buddy langsung setuju untuk segera direkam,” jelas Reza, penyanyi sekaligus pendiri Band Pop SEIS, yang baru saja dikontrak 5 tahun oleh Perusahaan Rekaman Nagaswar, pada awal juni 2022.

Usai mendengarkan hasi interpretasi Reza terhadap lagu ciptannya, Buddy Ace mengaku cukup puas. Sesuai harapannya, karakter suara Reza yang unik dan bernuansa Melayu pas dengan tema lagu ‘Masya Allah’. Dari sana, ia pun langsung menghubungi sahabat lamanya puluhan tahun lalu, Bernama Donny Akson.

Donny adalah seorang composer dan arranger yang pernah bekerja sama denagn Musisi Kontemporer, Vicky Sianipar. Setelah mendapat tawaran dari Buddy ACe untuk menggarap aransemen lagu ’Masya Allah’, di tengah bulan puasa, ia yang telah menemukan konsep aransemen yang mumpuni, langsung menghubungi Buddy dan Reza agar segera masuk studio rekaman miliknya di Wilayah Kranggan, Kota Bekasi.

Donny pun menawarkan untuk segera workshop bersama Buddy ACe dan Reza. Hanya butuh waktu 3 hari untuk workshop, mereka menyatukan konsep dasar. Kemudian Donny mengembangkan pola aransemen yang megah, agar musik Pop yang dikemas, bisa mengangkat karakter suara Reza menjadi sajian musik Pop Grande. Mellow, tapi penuh enerji dan megah.

“Untuk melengkapi aransemen musik, saya meminta Kak Buddy mencari gitaris yang bisa memainkan gitar akustik dengan teknik fingering yang bagus. Lalu, saya disodorkan gitaris Memed Haq, yang selama ini dikenal sebagai Sound Engginer Slank. Hampir 2 minggu saya diskusi dengan Memed untuk isian gitarnya. Hasilnya keren, menakjubkan. Dan Kak Buddy juga menyukainya. Yaa udah, bungkus,” terang Donny Akson, yang selama ini menggarap music scoring untuk sejumlah produksi film dan sinetron.

Tak heran jika pola aransemennya pada lagu ‘Masya Allah’, sangat potensial untuk membuat lagu ini menjadi sebuah Theme Song sebuah film atau sinetron.

“InSyaa Allah, jika ada yang berminat slahkan saja, yang penting sesuai, ada benang merah dan memiliki relevansi dengan tema lagu yang saya buat,” tandas Buddy ACe.

Untuk mempromosikan lagu ‘Masya Allah’, Buddy ACe nampaknya ingin memaksimalkan seluruh potensi akun media sosial pribadi yang dimiliki oleh rekan-rekannya, serta memanfaatkan segenap jaringan yang dimilikinya, mulai dari media online, media cetak, televisi hingga jaringan radio siaran swasta diseluruh Indonesia.

“Di era digital ini, radio siaran swasta masih sangat efektif untuk mempromosikan sebuah karya lagu. Karena radio merupakan satu-satunya media yang paling banyak memutar lagi secara aktif untuk memanjakan masyarakat.,” simpul Buddy ACe, mantan penyiar Radio Nebula FM Palu (1986 – 1996), penyiar Radio 68H (1998) dan Penyiar Radio Trijaya (2008 – 2011).

Untuk distribusi lagu ‘Masya Allah’, Buddy ACe And Comrade, mengoptimalkan kerjasama dengan Publisher Music Blast ID. Dan mulai 19 Juni, masyarakat sudah bisa membeli lagu ‘Masya Allah’, melalui digital store, seperti Spotify, Deezer, Joox, iTunes, Langit Musik, TikTok, YouTube, Facebook, Amazon, X Box Music, Resso, Media Net, Rhapsody, E Music, 7 Digital, Shazam, Slacker, Google Music dan lainnya.

“Semoga karya perdana kami ini, mendapat tempat dihati masyarakat Indonesia, yang menyukai teman-teman lagu reliji dalam kemasan musik Pop,” simpul Buddy ACe, yang mengakui bahwa lagu ‘Masya Allah’, adalah mood booster baginya untuk terus berkarya dalam dunia musik, meskipun tetap menjadi pengamat musik.[]

Comment