RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli mengadakan sosialisasi Program JKN kepada warga Kelurahan Saombo, bertempat di Kantor Kelurahan Saombo, Rabu (12/04).
Dikesempatan itu, Lurah Saombo Tiara Uliarta Harefa menyambut baik kedatangan BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli. Ia berharap, sosialisasi Program JKN memberikan dampak peningkatan pemahaman warga Kelurahan Saombo.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah berupaya meningkatkan pemahaman warga mengenai hak, kewajiban, manfaat, hingga prosedur yang benar saat berobat di fasilitas kesehatan agar dijamin JKN. Kami siap mendukung BPJS Kesehatan dengan mendorong para warga agar dapat mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN segera, selagi masih sehat. Harapannya seluruh warga Kelurahan Saombo dapat terlindungi oleh Program JKN,” kata Tiara.
Ia mengatakan, mengingat keterbatasan waktu dapat berinteraksi langsung dengan petugas, Lurah Saombo itu mengajak warganya yang sangat antusias mempelajari Program JKN untuk memanfaatkan kegiatan sosialisasi tersebut dan menggali informasi seputar Program JKN sesuai kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Nancy Agitha menyampaikan bahwa setiap penduduk Indonesia memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam Program JKN.
Menurutnya, selain merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi, dengan menjadi peserta JKN, masyarakat memiliki kepastian jaminan kesehatan dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.
“Ini merupakan bentuk peran negara dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada rakyatnya dengan sistem gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Hak yang diperoleh peserta JKN di antaranya mendapatkan pelayanan kesehatan, mendapatkan identitas peserta dan sebagainya. Adapun kewajiban peserta yaitu mendaftarkan diri dan anggota keluarga, membayar iuran secara rutin serta menaati prosedur untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kepatuhan peserta terhadap regulasi yang berlaku akan sangat mendukung keberlangsungan Program JKN yang sudah banyak dirasakan manfaatnya,” jelas Nancy.
Lebih lanjut Nancy mengungkapkan, BPJS Kesehatan terus memberikan kemudahan layanan kepada peserta dengan menyediakan layanan non tatap muka seperti BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), website dan media sosial resmi BPJS Kesehatan.
“Peserta dapat memanfaatkan kemudahan layanan tersebut untuk memastikan keaktifan kepesertaan JKN sehingga tidak ada kendala dalam mengakses pelayanan kesehatan. Sejalan dengan hal tersebut, kini peserta juga dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan. Cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), peserta bisa mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Peserta tidak perlu lagi membawa fotokopi kartu JKN saat berobat dan ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Nancy.
Pada kesempatan tersebut, Nancy juga memperkenalkan Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) kepada warga setempat. Program REHAB ini diharapkan dapat menjadi solusi keaktifan kepesertaan JKN yang ingin mengakses pelayanan kesehatan.
“Program ini untuk memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta JKN segmen mandiri yang memiliki tunggakan iuran. Peserta dapat membayar tunggakan iurannya secara bertahap. Jika cicilannya sudah lunas, maka kartunya bisa aktif lagi dan bisa digunakan untuk mengakses layanan kesehatan. Peserta dapat mendaftar Program REHAB melalui Aplikasi Mobile JKN atau BPJS Kesehatan Care Center 165,” pungkasnya.[]









Comment