Bullying Makin Mengkhawatirkan, Saatnya Kembali pada Solusi Hakiki

Opini803 Views

 

Penulis: Deviana Farhani, S.Farm | Aktivis Muslimah Purwakarta

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA —  Fenomena perundungan di sekolah kian memprihatinkan. Seorang siswa SMPN Tambakdahan, Subang, sebagaimana diberitakan Pikiran Rakyat Subang (19/8/2025), harus menjalani perawatan di Klinik Happy Healthy setelah dikeroyok teman-teman sekelasnya.

Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Korban, seperti dikutip Detik Sumut (19/8/2025), diduga dikeroyok teman-temannya di lingkungan sekolah hingga mengalami luka serius dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit di Medan.

Kedua kasus ini hanyalah potret kecil dari semakin maraknya bullying di tanah air.

Bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan dengan sengaja dan berulang untuk menyakiti, merendahkan, atau menyingkirkan orang lain, baik secara fisik, verbal, maupun sosial. Ironisnya, sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru sering menjadi lokasi utama terjadinya perundungan.

Fenomena ini tidak terlepas dari rapuhnya sistem pendidikan sekuler yang menjauhkan anak didik dari agama. Akibatnya, generasi muda tumbuh dengan minim akhlak, lemah dalam mengendalikan emosi, serta mudah terjerumus pada perilaku menyimpang.

Negara memegang peran penting dalam hal ini. Diperlukan kebijakan tegas dan konsisten: sanksi jelas bagi pelaku, perlindungan komprehensif bagi korban, serta program penyuluhan yang berkelanjutan.

Dunia pendidikan juga harus memperkuat peran guru, bukan hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Para pendidik perlu dibekali pemahaman psikologi perkembangan anak, pendekatan restoratif, dan strategi penanganan konflik.

Orang tua pun tidak boleh absen. Melalui kegiatan parenting yang rutin di sekolah, orang tua dapat berperan aktif dalam memantau perkembangan anak sekaligus membangun sinergi dengan guru. Dengan demikian, tercipta lingkungan belajar yang aman dan sehat.

Namun, upaya teknis di atas tidak akan menyentuh akar masalah. Selama pondasi pendidikan masih berlandaskan sistem sekuler, bullying akan terus berulang. Solusi hakiki hanyalah dengan menanamkan akidah dan syariat Islam sebagai dasar pembentukan kepribadian.

Islam dengan tegas melarang perundungan dalam bentuk apa pun. Al-Qur’an menegaskan: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain…” (QS. Al-Hujurat: 11).

Sejak dini, Islam telah mengajarkan adab berbicara santun, menghormati sesama, menjauhi ghibah, serta menolak fitnah. Sanksi dalam Islam pun jelas: mulai dari teguran hingga hukuman hukum jika perundungan membahayakan orang lain.

Dengan kata lain, penyelesaian menyeluruh terhadap maraknya bullying hanya bisa diwujudkan jika kita kembali kepada sistem pendidikan dan kehidupan yang berlandaskan Islam. Wallahu a‘lam bisshawab.[]

Comment