BUMDes Sohahau Panen Jagung, Bupati Nias Dukung Penuh Progam Ketahanan Pangan

Daerah, Kep. Nias1113 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – BUMDes Sohahau yang terletak di Desa Umbu, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, berhasil melakukan panen jagung ketapang dari program ketahanan pangan, Sabtu (4/10/2025).

Di Dusun II, Desa Umbu, BUMDes Sohahau mengolah total lahan seluas 2 hektar untuk ditanami jagung ketapang. Kelompok tersebut membagi dua lahan, masing-masing 1 hektar dan melakukan penanaman secara bertahap.

Panen perdana ini menjadi bukti komitmen masyarakat Desa Umbu dalam mendukung ketahanan pangan daerah berbasis potensi lokal.

Direktur BUMDes Sohahau, Cross Meri Waruwu menyampaikan bahwa panen ini merupakan momen penting dan membanggakan, terutama bagi para petani dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.

Ia menerangkan bahwa perjalanan menuju panen ini tidak mudah. Mulai dari keterbatasan dana sejak pembukaan lahan hingga tantangan bencana alam seperti banjir yang sempat mengganggu pertumbuhan tanaman.

“Kami tidak menyerah. Kami segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian untuk mencari solusi. Berkat kerja sama semua pihak dan pertolongan Tuhan, hari ini kita bisa panen,” ucapnya dihadapan Bupati Nias.

Meri berharap, panen ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah awal untuk kegiatan pertanian berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa.

Sementara itu, Bupati Nias Ya’atulo Gulo yang hadir pada acara panen perdana tersebut mengapresiasi capaian ini. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, dan program ketahanan pangan.

“Dinas Pertanian bertanggung jawab dalam teknis budidaya, Dinas Sosial mengelola tata kelola dan pertanggungjawaban. Semua harus berjalan bersama,” tegas Ya’atulo memberikan instruksi.

Orang nomor satu di Kabupaten Nias itu berharap, BUMDes Sohahau terus memperluas lahan yang diolah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.

“Kami ingin program ini terus berlanjut. Hasil panen harus dikelola, dijual, dan digunakan kembali untuk proses tanam berikutnya, tentunya dengan pengawasan yang baik dan transparan,” ujarnya.

“Program ini akan terus kita dorong dan perkuat demi petani Nias yang semakin mandiri dan produktif,” ucap Ya’atulo mengakhiri.[]

Comment