![]() |
| Bupati Hasto Wrdoyo saat wawancara dengan wartawan radarindonesianews.com dan wartajogya.com di Babarsari, Yogyakarta. |
RADARINDONESIANEWS.COM, YOGYAKARTA – Mengentaskan masyarakat dari kemiskinan adalah sebuah cita – cita yang sulit untuk direalisasikan. Berbagai upaya di lakukan oleh setiap kepala daerah maupun kepala negara sekaligus. Selain dengan usaha yang keras juga doa, itulah yang dilakukan oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.
Kulonprogo yang tadinya daerah tertinggal kini telah dikenal sebagai kabupaten yang sangat maju dalam pengentasan kemiskinan. Melalui gerakan ” bela dan beli Kulonprogo” warga masyarakat keluar dari kemiskinan dengan kekuatanya sendiri.
Data statistik menunjukkan angka kemiskinan di tahun 2013 (22,54% ) pada tahun 2014 menjadi 16,74% ini pada saat Hasto menjabat di periode pertama. Petani Kulonprogo kini tidak lagi menjual berasnya keluar daerah tapi mereka menjualnya untuk daerah mereka sendiri.
“Saya mewajibkan PNS untuk membeli beras petani 10 kg / bulan” tuturnya saat wawancara dengan radarindonesianews.com di Babarsari, Yogyakarta. Hasto berharap supaya uang rakyat berputar di daerah Kulonprogo tidak di negara tetangga.
Beras yang ada di bulog juga beras rakyat Kulonprogo yang dbeli dari Gapoktan bimbingan Dinas Pertanian. Beras petani Kulonprogo mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Antusias masyarakat Kulonprogo terhadap kebijakan yang diterapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satunya Yatmin petani glagah yang berhasil menyekolahkan anak- anaknya sampai perguruan tinggi hanya dengan bertani disawah.
“Alhamdulilah saya orang desa yang pekerjaanya cuma bertani, anak saya bisa kuliah mba. Dulunya saya takut menyekolahkan anak sampai Perguruan Tinggi karena biaya mahal tapi karena pak Hasto menerapkan kebijakan PNS harus beli beras rakyat 10 kg / bulan saya semangat dalam bertani supaya mendapatkan hasil yang maksimal sampai akhirnya beras saya laku dan bisa untuk biaya kuliah.” Imbuh petani.[Erni]










Comment