Direktur Median, Achmad Irfan S.E, M.Pd: Full Day School Solusi Atau Masalah?

Berita752 Views
Direktur Median, Achmad Irfan S.E, M.Pd.[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Isu akan diberlakukannya model pembelajaran dengan rentang waktu dari pagi hingga sore atau full day school oleh menteri pendidikan Muhadjir menjadi perdebatan di kalangan ahli pendidikan. Salah satunya adalah Achmad Irfan, SE, M.Pd.
“Terkait isu peraturan perundang – undangan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud “full day school” yg digantikan dengan perpres. Ini harus menjadi perhatian serius kita mengingat pendidikan kita hari ini yang masih  lemah dan butuh perhatian.” Demikian ujarnya kepada radarindonesianews.com, Rabu (28/6).
Menurut Achmad Irfan, Full Day School sangat tidak efektif karena siswa banyak terkuras pikiran dan tenaga yang bisa menyebabkan kondisi emosi dan fisik siswa yang tidak sehat. Siswa lanjutnya, butuh waktu istirahat dan bersosialisasi dengan teman-temannya sebagai refreshing. 
“Penelitian menunjukkan, apabila direncanakan dengan baik, waktu istirahat dapat meningkatkan kehadiran serta prestasi akademik. Hal ini juga dapat membantu anak-anak berteman dan belajar cara mengatasi konflik.” Tambah Irfan.

Pentingnya bermain dan waktu istirahat bagi anak-anak sudah diakui oleh Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) yang memandang bahwa hal ini penting untuk kestabilan emosional dan  kreativitas siswa. 
“Untuk itu Pemerintah harus  mengkaji kembali dan menghapus tentang rencana  Full Day School yang tidak efektif dan bisa merusak Hak Asasi Siswa dalam bersosialisasi dengan lingkungannya.”Imbuh Direktur Eksekutif Median ini kepada radarindonesianews.com.[GF]

Comment