Dituding Intervensi Program Affirmatif Beasiswa, Bupati Raja Ampat Merasa Difitnah

Berita1283 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati menegaskan dirinya tidak pernah berniat bahkan memprovokasi dinas pendidikan untuk menjegal salah satu pelajar dalam proses seleksi Program Affirmative Kemebdikbud Tahun 2017.

Hal itu ditegaskan Bupati Faris Umlati selaku kepala Daerah Kabupaten Raja Ampat yang dituding sebagai skenario dalam proses rekrutmen 10 siswa terbaik, namun kurang mampu dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat Tahun 2017, Faris Umlati menilai apa yang diisukan bahkan diberitakan media massa sama sekali tidak benar alias bohong .

Adapun soal pemberitaan di beberapa media online yang menyebut Bupati Raja Ampat telah memerintahkan mencoret salah satu pelajar, menurutnya adalah sebuah fitnah dan pencemaran nama baik dirinya selaku pejabat publik dan akan diambil langkah hukum.

“Selama proses seleksi saya tidak tau kok, dari mana tiba-tiba nama saya yang dibawa-bawa, ” tutur Bupati Faris Umlati saat dihubungi Minggu,(9/7).

Lanjut Bupati Raja Ampat, sebenarnya setelah dirinya mengkroscek ke Dinas terkait, ternyata ada kekeliruan, namun nama pelajar yang ramai diberitakan di media sosial dan online masih lolos, sehingga apa yang disampaikan dalam pemberitaan, kata Faris sangat tidak benar dan tidak sesuai fakta.

”Semuanya masih lolos, silahkan konfirmasi ke dinas terkait,” tegas Bupati Raja Ampat.

Sementaa, soal pemberitaan yang telah beredar yang menyebutkan bupati Raja Ampat memerintah mencoret salah satu nama pelajar dalam program afirmatif itu, akan diambil langkah hukum. Selain tidak pernah dikonfirmasi oleh media yang memberitakannya, bupati Raja Ampat juga merasa telah difitnah dan dicemarkan nama baiknya.(*).

Comment