Dominiq Key Pilih Fokus Olahraga, Siap Kehilangan Followers Demi Sepak Bola dan Inter Milan

Selebriti119 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Olahraga tidak hanya berperan menjaga kebugaran fisik, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik terbukti membantu mengurangi stres, kecemasan, serta meningkatkan suasana hati dan kepercayaan diri.

Hal itu dirasakan artis Dominiq Key yang belakangan semakin serius menekuni olahraga sepak bola. Ia mengaku menjadikan olahraga sebagai sarana menjaga kesehatan sekaligus menata kondisi mentalnya.

“Saya sekarang merasa jauh lebih sehat dan segar, bukan hanya secara fisik tapi juga mental,” ujar Dominiq Key kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Perempuan kelahiran 8 Agustus ini memiliki latar belakang keluarga dengan keberagaman agama. Ayahnya berasal dari Nusa Tenggara Timur dengan latar Kristen, sementara ibunya keturunan Arab-Jawa. Sejak kecil, Dominiq mengaku telah terbiasa hidup dalam perbedaan keyakinan.

Menurut Dominiq, perjalanan hidup tersebut tidak selalu mudah. Ia mengungkapkan mengalami masa-masa kesedihan yang cukup panjang sejak usia dini.

“Perbedaan agama orang tua itu memberi pengalaman batin tersendiri bagi saya,” katanya.

Dominiq juga mengungkapkan bahwa perjalanan spiritual yang ia jalani membuatnya kerap berada dalam situasi dilematis. Ia mengaku banyak berdiskusi dan mencari jawaban dengan menemui tokoh-tokoh agama.

“Bagi saya, agama itu sesuatu yang sakral dan bukan hal yang bisa diputuskan secara bolak-balik,” ujarnya menegaskan.

Dalam menghadapi pergolakan batin tersebut, Dominiq memilih menyalurkan energinya melalui olahraga, khususnya sepak bola. Kecintaannya pada olahraga ini bahkan membuatnya siap kehilangan sebagian pengikut di media sosial.

“Dilema itu saya alihkan ke olahraga. Kebetulan saya memang sangat hobi sepak bola, apalagi sebagai pencinta Inter Milan,” kata Dominiq optimistis.

Ia berharap olahraga dapat terus menjadi jalan positif dalam menjaga keseimbangan hidup, baik fisik maupun mental.[]

Comment