RADARINDONESIANEWS.COM, SLEMAN – Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus dilakukan di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan Pembinaan Bina Keluarga Remaja (BKR) Padukuhan Gandok, digelar Sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kapanewon Depok, Dukuh Gandok, kader BKR, serta para ayah yang memiliki anak usia remaja.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah tantangan era digital.
Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menegaskan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dalam proses tumbuh kembang anak.
“Kami berharap para ayah dapat meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar, mengantar ke sekolah, makan bersama, berolahraga, dan membangun komunikasi yang terbuka. Interaksi yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Utomo Budi Santoso, narasumber dari Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menjelaskan bahwa Gerakan Ayah Teladan Indonesia merupakan program nasional yang mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja.
Menurut Utomo, perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gawai menghadirkan tantangan baru bagi keluarga.
Di sisi lain, berbagai persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, perilaku berisiko, hingga lemahnya komunikasi keluarga menuntut kehadiran ayah yang lebih nyata, baik secara fisik maupun emosional.
Ia juga menyoroti fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika anak kehilangan figur ayah dalam proses pengasuhan. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi perkembangan psikologis, prestasi akademik, dan perilaku sosial anak.
Dalam paparannya, Utomo menjelaskan empat indikator utama Ayah Teladan, yakni interaksi (paternal engagement), aksesibilitas (accessibility), tanggung jawab (responsibility), dan keterlibatan (involvement).
Penerapannya dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana, seperti menemani anak belajar, makan bersama keluarga, berdialog secara terbuka, mengantar anak ke sekolah, hingga melibatkan anak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Pembina BKR Gandok sekaligus Penyuluh KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, menekankan bahwa pengasuhan remaja membutuhkan kerja sama antara ayah dan ibu.
“Pengasuhan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Kehadiran ayah dalam mendidik, membimbing, dan menjadi teladan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kepercayaan diri, dan masa depan anak,” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai praktik pengasuhan di lingkungan keluarga. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keterlibatan ayah sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berharap nilai-nilai Gerakan Ayah Teladan Indonesia dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan keluarga.
Kehadiran ayah yang aktif, komunikatif, dan penuh perhatian dinilai menjadi salah satu kunci dalam mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Anak tidak membutuhkan ayah yang sempurna, tetapi ayah yang hadir, mau mendengar, dan meluangkan waktu dengan sepenuh hati. Ayah terlibat, generasi hebat,” demikian pesan yang menjadi penutup kegiatan tersebut.[]











Comment