DPP SWI Bentuk Kepengurusan Baru 2026–2031, Fokus Perkuat Organisasi dan Kemandirian Ekonomi

Nasional20 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -– Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) segera menapaki babak baru. Organisasi profesi wartawan ini telah menetapkan sejumlah pengurus baru periode 2026–2031 dalam Rapat Pleno Pembentukan Pengurus, Dewan Etik, dan Fungsional DPP SWI yang digelar di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (7/6/2026).

Langkah strategis tersebut diambil sebagai momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan soliditas internal, serta memperjelas arah perjuangan SWI ke depan.

Dalam agenda tersebut, DPP SWI memfokuskan pembahasan pada penguatan internal organisasi melalui pembentukan 10 bidang, Dewan Etik, serta sejumlah lembaga otonom yang akan menjadi instrumen pendukung program kerja organisasi.

Dalam arahannya, Ketua Umum DPP SWI periode 2026–2031, H. Iskandar, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi lebih maju, berdaya saing global, mandiri, dan sejahtera melalui penerapan konsep ekonomi kerakyatan.

“SWI ke depan harus menjadi organisasi yang tidak hanya kuat secara profesi jurnalistik, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ujar Iskandar.

Menurutnya, komitmen tersebut bukan sekadar wacana. Sebagai instrumen penguatan ekonomi organisasi, SWI telah memiliki lembaga otonom berupa Koperasi Sekber Wartawan Sejahtera (SWS) yang diharapkan mampu mendorong kesejahteraan anggota.

Untuk penguatan profesi, SWI juga telah membentuk Learning Center sebagai pusat pelatihan yang didedikasikan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta pemahaman jurnalistik yang mendalam bagi seluruh anggota.

Sementara itu, di bidang hukum, SWI memiliki Yayasan Bantuan Hukum Matapena Keadilan. Lembaga ini difokuskan untuk memberikan advokasi, perlindungan hukum, dan edukasi keadilan bagi jurnalis maupun masyarakat luas.

“Melalui badan-badan otonom yang kita persiapkan ini, kita akan membawa SWI menjadi lebih baik lagi menuju kemandirian berbasis ekonomi kerakyatan,” kata Iskandar.

Ia menambahkan, seluruh perangkat organisasi tersebut dipersiapkan agar anggota SWI, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat merasakan manfaat dan dampak kesejahteraan secara nyata.

Ke depan, lembaga-lembaga otonom tersebut akan diturunkan secara berjenjang ke tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia.

Iskandar menegaskan, sebagai organisasi wartawan yang visioner, DPP SWI berkomitmen memberikan dampak sosial yang luas melalui pengelolaan lembaga-lembaga otonom strategis yang bergerak secara sinergis di bawah naungan SWI.

Langkah tersebut diperkuat melalui penataan struktur pengurus pusat yang diisi oleh para profesional sesuai bidangnya masing-masing.

Adapun formasi bidang dalam struktur DPP SWI periode 2026–2031 yang ditetapkan dalam rapat tersebut adalah sebagai berikut:

Bidang Litbang/Riset dan Data: drg. Marsela Indri dan Yessi.

Bidang Media Massa: Supriyadi dan Gofur.

Bidang Budaya dan Pariwisata: Torben Rando Oroh, Nia Kurniah, R. Setiawan, dan Bambang Pol Gunadi.

Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan: Riki dan M. Hendra Gunawan.

Bidang Pengelolaan CSR: Irwanto dan Thamrin.

Bidang Pemberdayaan Perempuan: Meli Rahmawati dan Winda Nurhayani.

Bidang Sosial Ekonomi: I Gusti Made Ardiabiar, S.E., Joko Iskandar, dan Yoen Zulkifli C. (Koh Ayun).

Bidang Hukum dan Advokasi: Robert Marpaung, S.H., M.H., Nasrun Lahamang, S.H., dan Norman C. Simangunsong, S.H.

Bidang Humas dan Hubungan Antar Lembaga: Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A., dan Jhoni Rangga.

Bidang Diklat dan Pengembangan Profesi: Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes., dan Supono, S.H.

Melalui 10 bidang tersebut, Iskandar optimistis SWI dapat tumbuh menjadi wadah jurnalis yang semakin diperhitungkan, solid, serta konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan profesionalisme wartawan di Indonesia.

Selain para ketua bidang, jajaran pimpinan inti organisasi juga masih diisi sejumlah figur lama yang dinilai telah teruji dalam mengawal perjalanan SWI. Di antaranya Wakil Ketua Umum Putra Gara, Sekretaris Jenderal Herry Budiman, dan Bendahara Umum Anwar Nurdin. Sementara Dewan Etik dipercayakan kepada Eddie Karsito dan Isson Khaerul.

Kepengurusan baru ini juga diperkuat oleh sejumlah wajah baru di tingkat pimpinan, yakni Wakil Ketua Umum Liliyana, Wakil Sekretaris Jenderal Totok, serta Wakil Bendahara Umum Ersa Ernawati dan Alpin Alamsyah.

Setelah proses pembentukan pengurus rampung, Ketua Umum SWI memimpin langsung acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran konsolidasi organisasi.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan itu ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum SWI Iskandar, yang kemudian diserahkan kepada perwakilan pendiri SWI, Herry Budiman dan Anwar Nurdin.

Sesi foto bersama menjadi penutup rangkaian kegiatan. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol soliditas, kebersamaan, dan optimisme seluruh jajaran pengurus DPP SWI dalam menyongsong visi baru organisasi untuk lima tahun mendatang.[]

Comment