Film ‘Riba’: Cermin Nyata Jeratan Hutang dan Derita Keluarga Akibat Dosa Finansial

Hiburan419 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sutradara Adhe Dharmastriya menegaskan bahwa film Riba bukan sekadar tontonan menegangkan, melainkan sebuah peringatan moral bagi masyarakat tentang bahaya praktik keuangan yang dilarang oleh agama.

“Film ini mengingatkan kita bahwa jebakan hutang bisa menghancurkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Segala tindakan yang kita ambil di dunia akan berdampak pada kehidupan di akhirat,” ujar Adhe Dharmastriya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11/25).

Film Riba diproduksi oleh Verona Films, unit baru dari Verona Pictures, dan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025. Karya ini diadaptasi dari kisah nyata viral di media sosial yang dikenal dengan judul Getih Anak, diangkat dari thread akun X (Twitter) @mitologue, yang telah dibaca lebih dari 3,9 juta kali dan disukai lebih dari 20 ribu pengguna.

Awalnya film ini menggunakan judul Getih Anak, namun kemudian diubah menjadi Riba agar lebih relevan dengan pesan utama cerita: bahaya praktik pinjaman berbunga dan keinginan instan yang justru membawa petaka.

Film ini disutradarai oleh Adhe Dharmastriya, dengan skenario ditulis oleh Titien Wattimena, dan dibintangi oleh sejumlah aktor papan atas seperti Ibrahim Risyad, Fanny Ghassani, Jajang C. Noer, Wafda Saifan, Kevin Danu, dan Emilat Morshedi.

Kisah film ini berpusat pada kehidupan Sugi (Ibrahim Risyad), seorang kepala keluarga yang hidup bahagia bersama istrinya Rohmah (Fanny Ghassani), dua anaknya Dimas (Kevin Danu) dan Bening (Emilat Morshedi), serta ibu mertuanya Lastri (Jajang C. Noer).

Kehidupan mereka mulai berantakan ketika Sugi terjerat utang riba kepada seorang lintah darat bernama Juragan (Andre Geovano). Ketika tekanan utang semakin menjerat, Sugi kehilangan kendali dan mencari jalan pintas melalui sahabat lamanya Muji (Wafda Saifan), yang memperkenalkan ritual pesugihan mistis “Getih Anak”.

Ritual itu menjanjikan kekayaan cepat, namun disertai syarat pengorbanan yang mengerikan. Sejak saat itu, rumah tangga Sugi berubah menjadi tempat penuh teror dan kehilangan.

Menurut sutradara Adhe Dharmastriya, Riba bukanlah sekadar film horor yang menampilkan sosok-sosok gaib, melainkan horor psikologis tentang ketamakan, penyesalan, dan dosa finansial yang menjerat keluarga.

“Horor terbesar bukan pada hantu, tapi pada diri manusia yang rela menggadaikan prinsip dan imannya demi kekayaan instan,” ujarnya.

Produser Titin Suryani menambahkan bahwa Riba diharapkan mampu menggugah kesadaran masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap praktik ekonomi yang dilarang syariat. “Kami ingin film ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak tergoda oleh jalan pintas, baik berupa riba maupun pesugihan,” kata Titin.

Dalam Islam, riba termasuk dalam dosa besar karena menimbulkan ketimpangan, penindasan, dan kehancuran sosial. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa “riba memiliki 73 pintu dosa, yang paling ringan seperti berzina dengan ibu kandung sendiri.”

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024 mencatat, utang rumah tangga di Indonesia meningkat 12 persen, didominasi oleh pinjaman konsumtif berbunga tinggi. Banyak keluarga akhirnya terjerat kredit online ilegal, sehingga tekanan ekonomi berujung pada konflik dan kekerasan rumah tangga.

Film Riba hadir di tengah realitas sosial tersebut, menjadi refleksi sekaligus peringatan moral agar masyarakat lebih bijak mengelola keuangan dan menjauhi transaksi berbasis riba.

Pihak produksi berharap Riba dapat menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mencerahkan. Film ini ditujukan bagi masyarakat luas — terutama keluarga muda dan generasi produktif — agar memahami bahaya hutang dan ketamakan finansial.

“Semoga film ini menjadi bahan renungan bagi kita semua, bahwa kekayaan sejati bukan terletak pada harta, melainkan pada ketenangan hati dan keberkahan hidup,” tutup Adhe Dharmastriya.

Film Riba akan tayang di seluruh jaringan bioskop mulai 4 Desember 2025.
Film ini menggabungkan unsur drama keluarga, misteri, dan horor spiritual dengan pesan moral yang kuat: Jangan bermain dengan riba, karena dosa finansial bisa menghantui sampai akhir hayat.[]

Comment