RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA— Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), gabungan dari 78 organisasi masyarakat sipil, menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika pasca-unjuk rasa sejak 25 Agustus 2025. Sikap ini muncul menyusul insiden yang menelan korban jiwa dan luka.
Ketua Umum FORMAS, Yohanes Handojo Budhisedjati, bersama Sekretaris Jenderal, Prof. Dr. Hoga Saragih, menyatakan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis saat aksi berlangsung. FORMAS juga menyampaikan empati kepada masyarakat maupun aparat yang terluka.
FORMAS menilai keresahan publik berakar pada sejumlah isu krusial. Di antaranya, percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset, penerapan aturan pajak yang adil bagi semua pihak, serta larangan rangkap jabatan bagi anggota legislatif dan eksekutif.
Selain itu, FORMAS mendesak DPR RI meninjau ulang besaran tunjangan anggota dewan agar lebih transparan dan akuntabel.
Dalam pernyataannya, FORMAS juga menyoroti desakan masyarakat agar Kapolri bertanggung jawab atas tindakan represif aparat hingga menyebabkan korban jiwa. “Masyarakat menuntut Kapolri mengundurkan diri,” tulis FORMAS.
FORMAS meminta pimpinan DPR RI segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik, sekaligus mendorong dialog konstruktif yang melibatkan DPR RI, DPRD, kepolisian, serta pemerintah pusat dan daerah.
“Kami menyerukan agar semua pihak menurunkan ego dan menjaga persaudaraan demi keutuhan NKRI. Mari bersama-sama menjaga Ibu Pertiwi ini dengan baik. Kita jangan terpengaruh oleh hal-hal yang berdampak buruk bagi bangsa. Kita semua harus solid menjaga keamanan nasional,” kata Yohanes Handojo Budhisedjati, Sabtu (30/8/2025).
FORMAS menegaskan, ketenangan dan persatuan masyarakat adalah kunci menjaga stabilitas. Dengan begitu, kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan kondusif dan cita-cita menuju Indonesia emas dapat diwujudkan.[]









Comment