FSBSI Kota Gunungsitoli Datangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Cabang: Tidak Ada Potongan

Daerah, Kep. Nias1383 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Yestika Asni Bu’ulolo didampingi Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kota Gunungsitoli datangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Gunungsitoli, Jumat (13/1/2023).

Kepada awak media ini, Ketua FSBSI Kota Gunungsitoli Friaman Gea menjelaskan maksud pihaknya mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini kami dari FSBSI bersama Yestika Asni Bu’ulolo mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan KCP Gunungsitoli dalam rangka mempertanyakan terkait sulitnya peserta BPJS Ketenagakerjaan melakukan klaim dan mengapa saldo peserta hanya 100 rb,” jelas Friaman.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Gunungsitoli, Sugiyanto menjelaskan pihaknya tidak pernah melakukan pemotongan saldo peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Saldo peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak ada berkurang dan tidak ada potongan, kecuali ada pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah diatas 50 juta,” jelas Sugiyanto.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Gunungsitoli itu mengatakan, saldo 100 rb tersebut adalah salahsatu dari saldo yang didapatkan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Sebenarnya saldo 100 rb itu hanya salahsatu dari kartu yang dimiliki oleh peserta, kartu peserta itu ada lebih dari satu, yang satu memang 100 rb tetapi yang lainnya lebih dari itu. Mengapa angkanya hanya 100 rb karena saldonya belum digabung, nah jadi ada nama sistemnya gabung saldo, setelah digabung saldonya maka itulah yang didapatkan peserta,” ungkapnya.

Ditanya terkait upaya pihaknya melakukan minimalisir kejadian hal serupa, Sugiyanto mengatakan pihaknya akan melakukan pembenahan.

“Tentu ini manjadi pekerjaan kita kedepan, bagaimana kita meringkas saldo itu tepat sasaran, tepat hitungan dan tepat waktu, ini yang menjadi pekerjaan kita. Jadi bagaimana menyikapi kalau ada saldo yang tidak sesuai, ini nanti proses eskalasi atau minta bantuan ke kantor pusat, nah untuk meringkas waktunya itulah yang menjadi pekerjaan kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan diskusi tersebut, Yestika Asni Bu’ulolo membeberkan jika ia telah lama berupaya mengklaim BPJS Ketenagakerjaan miliknya.

“Saya sudah 2 tahun mengurus hal ini, saya seakan dipermainkan. Namun dengan sudah terselesaikan masalah ini, saya ucapkan terimakasih,” tuturnya.

Di penghujung pertemuan, Ketua FSBSI Kota Gunungsitoli, Friaman berpesan kepada BPJS Ketenagakerjaan agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Pesan kami, tolong ke depan bila ada yang klaim BPJS Ketenagakerjaan jangan lagi dipersulit. Mereka hanya ingin mendapatkan apa yang menjadi hak mereka,” imbuhnya.[]

 

Comment