Gaza Butuh Solusi Nyata, Kesadaran Umat Harus Bangkit

Opini449 Views

 

Oleh: Puput Hariyani, S.Si | Womanpreuneur

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Tulisan tentang Gaza bukan hal baru. Namun kondisi yang terus memburuk membuat kita wajib mengingatkan kembali kaum muslimin bahwa saudara-saudara kita di sana berada dalam darurat serius dan membutuhkan solusi nyata segera.

Banyak yang bertanya — apa daya kita menghadapi Zionis, sementara penguasa muslim pun sering tak mampu menghentikan kebiadaban mereka? Atau apakah kesadaran umat cukup berdampak, jika lembaga internasional saja gagal menghentikan kekejaman itu?

Berbagai lembaga kemanusiaan telah bekerja keras menyelamatkan Gaza, namun hasilnya belum cukup. Di sinilah peran misi damai seperti Global Sumud Flotilla (GSF) sangat penting.

Flotilla ini menurut RRI.co.id menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah, dengan lebih dari 50 kapal dan ratusan relawan dari 44 negara, termasuk aktivis, jurnalis, tenaga medis, politisi, dan figur publik, yang berangkat untuk menembus blokade Gaza yang sudah berlangsung hampir dua dekade.

Namun kenyataan menunjukkan, bantuan kemanusiaan saja belum mampu menghentikan kebrutalan Zionis. Dukacita Gaza terus membara, dan Israel masih melancarkan serangan.

Pada Sabtu (6/9/2025), seperti dilaporkan republika.com, militer Israel meminta warga Kota Gaza mengungsi ke selatan, mengancam ratusan ribu warga yang selama dua tahun berlindung di kota itu. Sebelum perang, hampir separuh populasi Gaza tinggal di Kota Gaza, sekitar satu juta orang.

Karena itu, kesadaran kaum muslimin—khususnya muslimah—untuk mengawal pembebasan Gaza sangat penting. Aktivis muslimah menegaskan hal ini dalam Focus Group Discussion (FGD) “Tragedi Gaza dan Jalan Penyelamatan Hakiki: Solusi Syariat Kaffah” (27/7/2025). Setidaknya enam langkah strategis perlu digerakkan:

1. Persatuan Internasional: Kaum muslim harus bersatu dalam partai ideologis global, menjalin jejaring antarnegeri muslim, dan bersuara dengan satu solusi umat (QS Ali Imran: 104).

2. Menguasai Tsaqafah Islamiah: Memahami syariat dan penerapannya, termasuk kepemimpinan Islam yang mampu mengerahkan pasukan untuk membela Palestina.

3. Memahami Islam sebagai Ideologi: Islam bukan sekadar spiritual; pahami peta politik global dan peran ideologi dalam perubahan sistemis.

4. Menguasai Narasi Publik: Arahkan umat pada solusi Islam melalui tulisan, diskusi, media sosial, seminar, dan kajian.

5. Konsolidasi Intelektual Muslimah: Himpun kekuatan pemikiran, ilmu, dan strategi untuk membangun kesadaran dan bergerak bersama.

6. Memanfaatkan Momentum Geopolitik: Krisis Gaza, ekonomi global, dan perang hegemoni menjadi peluang membentuk opini publik Islam.

Permasalahan Palestina memang kompleks dan telah berlangsung lama. Berbagai solusi ditawarkan—dari dua negara hingga evakuasi—namun penderitaan tetap ada.

Kaum muslim harus totalitas mengerahkan kemampuan, membangun kekuatan umat dalam satu kepemimpinan, dan memobilisasi pasukan untuk menyelamatkan Palestina dengan jihad fi sabilillah. Hanya dengan bahasa jihad, Israel akan hengkang dari bumi mulia Palestina. Wallahu ‘alam bi ash-showab.[]

Comment