Gaza Sudah Lama Jadi Incaran, Dunia Harus Segera Bebaskan Palestina

Opini856 Views

 

Penulis: Mirna Juwita, S.Ag | Aktivis Dakwah, Pegiat Literasi

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gaza sejak lama menjadi incaran Israel. Rencana mereka bukan sekadar menguasai sebagian wilayah, tetapi melenyapkan seluruh etnis Palestina agar tanah itu berubah sepenuhnya menjadi milik Israel. Serangan demi serangan terus dilakukan tanpa jeda, hingga ribuan jiwa tak berdosa meregang nyawa, baik karena bombardir maupun kelaparan yang disengaja.

Zionis Israel dikenal licik dan biadab. Mereka bukan hanya menghujani Gaza dengan rudal, tetapi juga menciptakan kelaparan sistematis. Bantuan logistik yang dikirim masyarakat dunia banyak dibuang, membuat rakyat Palestina menghadapi krisis pangan akut. Tidak sedikit warga syahid akibat kelaparan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagaimana diberitakan tirto.id (01/08/2025) mencatat sekitar 63 kasus malnutrisi di Gaza pada Juli 2025, sebagian besar dialami balita. Kasus malnutrisi akut bahkan meningkat tiga kali lipat sejak Juni, dengan sedikitnya lima anak tercatat mengalami kekurangan gizi parah. Semua ini tidak lepas dari blokade Israel yang mengisolasi lebih dari dua juta penduduk dan menghambat masuknya bantuan.

Mahkamah Agung Internasional sebagaimana dilaporkan kumparan.com (9/8/2025) menegaskan bahwa okupasi Israel atas Palestina adalah ilegal, dan Israel tidak memiliki hak kedaulatan atas wilayah tersebut. Pernyataan ini sejalan dengan sikap keras Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri.

Dalam keterangan di akun resmi X (9/8/2025), Kemlu RI menegaskan: “Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat hukum internasional dan Piagam PBB yang memperkeruh prospek perdamaian di Timur Tengah serta memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.”

Sementara itu, muslimahnews.net (28/01/2025) mencatat bahwa pembebasan Palestina tidak mungkin hanya mengandalkan bantuan logistik semata. Upaya itu membutuhkan kekuatan militer dan jihad fii sabilillah. Sebab, penjajahan hanya bisa diakhiri dengan perlawanan total, bukan dengan kompromi.

Maka jelas, Israel sejatinya bukan negara sah, melainkan kelompok penjajah yang merampas tanah Palestina. Sejak 75 tahun lalu, Palestina hidup dalam bayang-bayang penjajahan. Gaza kini menjadi target utama untuk perluasan wilayah zionis.

Karena itu, umat Islam seharusnya semakin sadar: jihad fii sabilillah hanya dapat terlaksana secara sempurna di bawah komando seorang Khalifah yang menunaikan kewajiban jihad sesuai perintah Allah. Dengan demikian, perjuangan umat harus diarahkan pada terwujudnya kepemimpinan islam dunia di bawah satu komando sebagai pelindung sekaligus motor pembebasan Palestina.

Krisis kemanusiaan di Gaza sudah terlalu lama berlangsung. Genosida tidak akan berhenti selama Zionis Israel masih bercokol. Karena itu, dunia—khususnya umat Islam—perlu segera melek: pembebasan Palestina tidak bisa hanya dengan simpati dan logistik, melainkan melalui gerakan besar untuk menyingkirkan penjajahan, dengan naungan sistem Islam hakiki. Wallahu a’lam bisshowab. []

Comment