Generasi Muda Dalam Pusaran Narkoba, Tanggung Jawab Siapa?

Opini1236 Views

 

Oleh: Sri Purwanti, Founder Rumah Baca Cahaya Ilmu

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Dewasa ini peredaran narkoba semakin merajalela. Maraknya peredaran narkoba di berbagai daerah menyebabkan terjadinya peningkatan pada pengguna narkoba di Indonesia. Bukan hanya menjerat orang dewasa, remaja bahkan anak-anak usia SD pun terjebak dalam pusaran peredaran narkoba. Jika persoalan ini tidak segera teratasi maka akan membahayakan masa depan generasi muda.

Seperti dilansir bnn.go.id (7/9/202), berdasarakan data dari Kominfo 2021 bisa dilihat bahwa penggunaan narkoba pada kalangan usia 15-35 tahun dengan status pemakai menduduki presentase sebanyak 82,4%, pengedar 47,1%, dan kurir 31,4%.

Sementara itu berdasarkan data dari Indonesian Drug Report 2022, jenis narkoba yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah ganja (41,4%), sabu (25,7%), nipam (11,8%), dan dextro (6,4%).

Jika kita amati kasus narkoba ini seperti labirin. Upaya pemberantasannya pun jauh dari harapan. Karena faktanya banyak aparat terlibat di dalamnya.

Sebagaimana dilansir Republika.co.id (26/10/2022), Irjen Pol Teddy Minahasa menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus peredaran gelap narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa (25/10/2022).

Sebuah fakta yang memprihatinkan, aparat yang seharusnya mencegah dan memberantas peredaran narkoba, justru terlibat di dalamnya.

Pemberantasan narkoba secara tuntas akan bisa terlaksana ketika aparat sebagai penegak hukum berlaku tegas, jujur dan adil. Hal ini hanya bisa terjadi jika mereka memiliki ketakwaan yang tinggi terhadap Sang Pencipta dan kesabaran hukum. Hal itulah yang akan menuntun mereka untuk berperilaku sebagai penegak hukum yang ideal.

Lalu siapakah sesungguhnya yang betanggung jawab terhadap pemberantasan narkoba itu? Penegak hukum saja ataukah harus ada kerjasama yang baik dengan berbagai elemen?

Harus kita sadari sebuah aksi akan berhasil dengan baik jika semua elemen terlibat, termasuk dalam pemberantasan narkoba. Perlu kolaborasi berbagai pihak baik keluarga/ orangtua, satuan pendidikan, aparat keamanan dan pemerintah sebagai pemegang kebijakan.

Kekuarga sebagai madrasah utama bagi anak, memiliki peran penting dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba. Orangtua menanamkan ketakwaan kepada anak, mengenalkan halal haram juga memahamkan betapa berbahayanya narkoba bagi masa depan. Hal ini dapat mencegah anak terpapar narkoba, karena mereka sudah memiliki rasa takut kepada Allah sebagai Sang Pencipta.

Lembaga pendidikan sebagai wadah untuk menimba ilmu bisa memberikan edukasi kepada generasi muda tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Pengawasan penyalahgunaan narkoba di sekolah juga memerlukan kepekaan guru. Mereka harus tanggap dengan perubahan perilaku yang terjadi pada anak didiknya. Dengan begitu akan mudah mendeteksi jika ada remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Sehingga bisa segera dicarikan solusi, dan mencegah anak didik yang lain agar tidak mengikuti jejaknya.

Negara dan aparat penegak hukum juga memiliki peran penting demi mencegah serta memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Negara yang memiliki wewenang penuh bisa membongkar semua jaringan dan sindikat pengedar narkoba mulai level daerah, nasional bahkan level internasional. Memutus semua mata rantai yang memudahkan siklus peredaran narkoba sampai ke tengah masyarakat (pemakai).

Menjatuhkan sanksi yang berat kepada bandar, pengedar dan pemakai, sehingga bisa memberikan efek jera kepada yang lain.

Para penegak hukum tidak tergiur dengan kenikmatan sesaat dan ikut berpartisipasi dalam bisnis peredaran narkoba. Mereka teguh memegang prinsip untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba.

Namun semua ini mustahil terwujud manakala sistem yang diadopsi adalah sistem kapitalis sekuler yang  memisahkan urusan agama dengan kehidupan. Padahal kita tahu bahwa agamalah yang akan menjadi benteng terakhir menjaga generasi penerus bangsa dari semua pengaruh negatif yang muncul termasuk penyalahgunaan narkoba.

Rasa takutnya kepada Sang Pencipta bisa melindungi individu dari godaan narkoba. Melindungi aparat dari perilaku curang ketika memberantas peredaran narkoba.

Maka kita perlu sistem alternatif agar peredaran narkoba benar-benar tercabut sampai ke akarnya. Sistem yang telah terbukti selama 13 abad mampu menyelesaikan semua persoalan umat. Sistem tersebut adalah sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Wallahu a’lam bishawab.[]

Comment