RADARINDONESIANEWS .COM, NIAS – Inovasi penggunaan GPS Tracker ORIN mulai menunjukkan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Melalui program Strategi Pelayanan Kesehatan GPS Tracker Ambulans (SIPEGAS), operasional ambulans di sejumlah UPTD Puskesmas kini lebih efisien, terpantau, dan terkoordinasi.
Kasubbag UKK Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Nias, Wilmar A. Gulo, mengatakan teknologi tersebut telah digunakan selama dua pekan di lima UPTD Puskesmas. Menurut dia, sistem digital ini menggantikan pola lama yang masih bergantung pada laporan manual dari sopir.
“Dulu laporan kendaraan dibuat berdasarkan catatan sopir. Sekarang semuanya otomatis dari ORIN, sehingga lebih rapi dan mudah dipahami,” kata Wilmar kepada Radar Indonesia News, Selasa (9/9/2025).
Pemanfaatan GPS ORIN memberikan berbagai keunggulan, mulai dari notifikasi otomatis hingga pemantauan secara real-time. Posisi ambulans, status kendaraan, kecepatan, konsumsi bahan bakar, hingga manuver pengemudi dapat diketahui langsung oleh tim Puskesmas.
“Kami bisa memantau seluruh aktivitas kendaraan. Fitur ini sangat penting untuk menjaga keselamatan sekaligus memastikan pelayanan tetap efisien,” ujar Wilmar.
Transformasi dari manual ke digital dinilai memberi dampak signifikan bagi pelayanan kesehatan darurat. Sistem yang terintegrasi memudahkan tenaga medis merespons panggilan darurat, mengurangi potensi keterlambatan, serta meningkatkan keamanan pasien.
Solusi Akurat untuk Layanan Kemanusiaan
Selain mempermudah administrasi, teknologi GPS ORIN juga menjadi instrumen penting dalam mendukung kerja kemanusiaan. Kecepatan dan ketepatan waktu layanan darurat sangat menentukan keselamatan pasien.
“Dengan ORIN, pelayanan kami jauh lebih cepat, aman, dan terukur. Sistem ini bukan hanya alat pelaporan, tetapi juga solusi utama dalam penanganan darurat,” tutur Wilmar.
Keberhasilan implementasi SIPEGAS di Kabupaten Nias menunjukkan bahwa digitalisasi mampu menghadirkan efektivitas nyata dalam layanan kesehatan. Model serupa berpotensi direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat pelayanan masyarakat.[]











Comment