Gus Rozin Dorong NU Perkuat Ukhuwah, Pesantren, dan Peran sebagai Mitra Pemerintah

Banten, Daerah27 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, LEBAK – KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin mendorong Nahdlatul Ulama memperkuat ukhuwah nahdliyah, pesantren, dan peran organisasi sebagai bagian dari masyarakat sipil sekaligus mitra strategis pemerintah atau Shodiqul Hukumah.

Hal itu disampaikan Gus Rozin dalam silaturahim bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten di Pondok Pesantren Qothrotul Falah, Kabupaten Lebak, Kamis, 6 Agustus 2026.

Gus Rozin mengatakan kekuatan NU harus dibangun dari kokohnya persaudaraan di internal organisasi. Ia menyebut ukhuwah nahdliyah sebagai ikatan yang menyatukan jamaah dan jam’iyah NU.

“Ukhuwah Nahdliyah ini adalah ukhuwah antara jamaah dan jam’iyah,” ujar Gus Rozin.

Menurut dia, persaudaraan yang kuat menjadi modal bagi NU untuk menjalankan khidmat kepada umat sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Gus Rozin juga menilai penguatan NU tidak dapat dipisahkan dari penguatan pesantren. Pesantren, kata dia, merupakan fondasi NU sekaligus salah satu benteng moral bangsa.

“Menguatkan NU itu menguatkan pesantren. NU adalah pesantren besar. Yang menjaga moral bangsa ini adalah NU yang tidak lain pondasi utamanya adalah pesantren,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran NU di berbagai tingkatan kepengurusan untuk ikut mendorong kemajuan pesantren yang didirikan dan dikelola warga NU.

“Pengembangan pesantren adalah tanggung jawab semua elemen di Nahdlatul Ulama pada semua tingkat kepengurusan,” ujar dia.

Selain pesantren, Gus Rozin menyoroti posisi NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengatakan NU perlu terus menjalankan peran sebagai Shodiqul Hukumah, yakni mitra pemerintah yang memberikan dukungan sekaligus masukan secara konstruktif.

Menurut Gus Rozin, NU dan negara memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kemaslahatan masyarakat. Karena itu, ketika terdapat kebijakan publik yang dinilai kurang tepat, NU perlu menyampaikannya melalui cara yang bijaksana dan bertanggung jawab.

“Menjadikan NU sebagai Shodiqul Hukumah, karena NU dan negara ini memiliki tujuan yang sama. Kalau ada yang salah dalam mengambil kebijakan publik, kita yang mengingatkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan posisi NU sebagai kekuatan penengah atau poros tengah. Posisi tersebut, menurut dia, diperlukan untuk menjaga persatuan, mengutamakan kemaslahatan umat, dan menciptakan keseimbangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam dialog tersebut, peserta yang berasal dari PWNU Banten dan PCNU se-Banten menyambut gagasan yang disampaikan Gus Rozin.

Silaturahim itu menjadi bagian dari konsolidasi PWNU Banten dan PCNU se-Banten menjelang sejumlah agenda strategis organisasi. Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan komitmen NU untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah, memajukan pesantren, dan memperluas khidmat bagi umat, bangsa, dan negara.[]

Comment