Penulis: Sania Nabila Afifah | Komunitas Muslimah Rindu Jannah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTTA — Momentum pergantian tahun baru Hijriyah hendaknya bukan sekadar perayaan pergantian tahun saja. Namun sebagai muslim yang cerdas hendaknya menjadikan pergantian tahun sebagai momen muhasabah diri atau mengevaluasi diri di tahun yang sudah berlalu.
Pertama, muhasabah terhadap diri kita sendiri, apakah kita sudah cukup membekali diri untuk kehidupan setelah kematian. Apakah ibadah kita sudah sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. Dengan harapan di tahun baru ini bisa menjadi lebih baik lagi.
Kedua, muhasabah terhadap kondisi umat Islam saat ini. Apakah sudah menjadi umat yang terbaik? Ataukah kondisinya makin terpuruk, tertindas, teraniaya oleh umat lain?
Allah SWT berfirman di dalam surah Ali ‘Imran ayat 110: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Ayat ini menegaskan bahwa menegaskan bahwa umat Islam adalah umat terbaik. Dengan menjalankan ketiga prinsip ini, umat Islam dapat menjadi umat yang terbaik dan memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Namun kondisinya tidak demikian.
Jika dilihat secara ekonomi BI di Tahun 2000 menyatakan dari 57 negara muslim 29 berpendapatan rendah. Di Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, sayang kaum muslim belum bisa menikmati hasil dari kekayaan alam ini. Seperti, penamabangan Nikel di Raja Ampat baru-baru ini.
Di luar negeri kondisi kaum muslim penuh derita yang dialami saudara muslim palestina, di India, Rohingya, di Gaza tak ada pembelaan, malah pejabat muslim berjabat tangan dan membatu zionis untuk menyerang Gaza. Bahkan membuka tapal batas untuk membiarkan bantuan pangan masuk pun sama sekali tidak mereka lakukan. Beginikah sikap muslim?
Hijrah dan Kekuasaan
Di sinilah penting kita sebagai muslim merefleksikan kondisi sekarang dengan sejarah awal hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Tentu agar Islam mendapat jalan keluar dari keterpurukan ini
Pada Masa Umar bin Khatthab beliau menetapkan awal kalender Hijriyah dengan pernyataan beliau adalah sesungguhnya Nabi telah memisahkan antara kebenaran dan kebathilan.
Karena hijrah yang dilakukan Rasulullah berpindah dari kondisi kerusakan menuju kondisi yang lebih baik di mana aturan-aturan Islam dapat diterapkan di Madinah, yang sebelumnya Rasulullah mendapat banyak pertentangan di Mekkah selama 13 tahun beliau berdakwah di sana.
Kisah hijrah ini bukan sekadar dogeng, namun adalah peristiwa penting yang mengubah wajah kaum muslimin. Rasulullah berhijrah ke Madinah menegakkan tatanan masyarakat yang Islami, kemudian umat Islam menjadi umat yang mulia kuat dan disegani.
Jadi hijrah Nabi itu bukan lari dari persoalan. Dengan hijrah justru menemukan solusi dari persoalan dengan membangun kekuatan, kekuasaan yang melindungi Agama. Wallahua’lam bisshowab.[]














Comment