Penulis: Dwi Istanti, S.Pd. | Pegiat Muslimah Hijrah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Hijrah Rasulullah ﷺ dari Mekah ke Madinah bukanlah pelarian dari tekanan, melainkan respon strategis terhadap kesiapan sebuah masyarakat yang ingin hidup di bawah naungan Islam.
Madinah kala itu menawarkan peluang nyata untuk membangun masyarakat baru berdasarkan wahyu—dan Rasulullah ﷺ memanfaatkannya dengan bijak. Di sinilah peradaban Islam dimulai, bukan sebagai reaksi, tapi sebagai misi yang terencana.
Inilah tonggak awal perubahan: dari komunitas tertindas menjadi umat penegak peradaban. Islam tampil bukan sekadar agama, tapi ideologi hidup yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat secara sistemik.
Peristiwa hijrah ini sangat relevan ketika kita bicara soal pembebasan Palestina. Kenapa?
Karena sebagaimana Rasulullah ﷺ membebaskan masyarakat dari belenggu jahiliyyah melalui hijrah dan penegakan pemerintahan Islam, umat hari ini pun membutuhkan solusi yang sama sistemiknya untuk membebaskan Palestina dari penjajahan—yaitu melalui tegaknya kembali kepemimpinan Islam global yang berperan sebagai pelindung umat dan penegak keadilan umat manusia.
Palestina bukan sekadar wilayah konflik. Ia adalah tanah suci, bumi Isra’ Mi’raj, dan simbol keterzaliman atas umat Islam yang tak kunjung mendapatkan perlindungan layak secara politik.
Sejarah mencatat jika umat memiliki negara pemersatu, maka pembebasan Palestina bukan hanya mungkin—tapi keniscayaan.
Dahulu, di bawah Khilafah Turki Utsmaniyah, Al-Quds dilindungi secara politik. Jauh sebelum itu, Umar bin Khattab ra. membebaskan Yerusalem tanpa pertumpahan darah, dengan adab dan keagungan peradaban Islam.
Hijrah mengajarkan bahwa perubahan tidak lahir dari keluhan, tapi dari gerakan terorganisir yang berlandaskan wahyu. Maka, sebagaimana Rasulullah ﷺ berhijrah demi menegakkan Islam secara kaffah, hari ini pun kita dituntut untuk terlibat dalam proyek besar yang sama, mengembalikan kehidupan di bawah satu kepemimpinan sebagai institusi global umat.
Hijrah bukan masa lalu. Ia adalah kompas yang menunjukkan arah bahwa pembebasan sejati datang dari keberanian membangun sistem alternatif yang diridai Allah. Wallahu a’lam bish shawab.[]











Comment