Oleh: Eviyanti, Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi
__________
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA— Indonesia dengan berjuta pesonanya meninggalkan kesan yang dalam bagi siapa saja yang lahir dan besar di sini. Ada yang menggambarkan negeri ini dengan peribahasa Gemah Ripah Loh Jinawi, yang artinya memiliki kekayaan yang berlimpah, bahkan syair sebuah lagu “Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman” mewaikili tanah Indonesia yang sangat subur. Namun, ungkapan itu tidak sesuai dengan fakta hari ini. Pasalnya, negeri kaya SDA ini sedang mengalami kemiskinan ekstrem.
Apa itu Kemiskinan ekstrem?
Kemiskinan ekstrem, atau kemiskinan absolut, adalah sejenis kemiskinan didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai suatu kondisi yang tidak dapat memenuhi kebutuhan primer manusia, termasuk makanan, air minum bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan informasi.
Seperti yang dilansir oleh republika.co.id, Sabtu (28/01/2023), Dinas Sosial (Dinsos) menyebutkan, sebanyak 3.961 jiwa warga Kabupaten Bekasi, masuk kategori penduduk miskin ekstrem berdasarkan hasil pencocokan data lapangan yang dilakukan Dinsos setempat. Pencocokan data dilakukan petugas dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan dan pekerja sosial masyarakat dengan mengacu data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2022.
Contoh lain kemiskinan dalam tempat tinggal, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, terus mengejar target perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bogor. Pada 2023, ditargetkan ada 1.200 RTLH yang akan diperbaiki dan masih banyak kemiskinan lainnya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.
Ironis, kemiskinan ekstrem terjadi di tengah negeri kaya SDA. Hal ini terjadi akibat salah kelola SDA yang diserahkan kepada swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. Untuk mengatasi masalah kemiskinan, pemerintah memiliki peran besar. Namun pada kenyataanya, program yang dijalankan oleh pemerintah belum mampu menyentuh akar dan pokok masalah kemiskinan ini. Untuk itu kiranya pemerintah perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Kemiskinan yang menimpa umat, merupakan kemiskinan yang diciptakan oleh sistem kapitalisme, liberalisme, dan sekularisme. Sistem inilah yang membuat kekayaan milik rakyat dikuasai dan dinikmati oleh segelintir orang, yang mengakibatkan jutaan rakyat tidak dapat menikmati hak mereka atas sumber kekayaan yang sejatinya milik rakyat.
Islam, solusi mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Pertama, Allah Swt. memerintahkan setiap muslim bekerja mencari nafkah untuk dirinya dan keluarga yang menjadi tanggungannya.
Kedua, kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Hadis tersebut menyatakan bahwa kaum muslim (manusia) berserikat dalam air, padang rumput, dan api. Dan bahwa ketiganya tidak boleh dimiliki oleh individu. Jadi SDA negeri kita dikelola oleh negara untuk kesejahteraan rakyatnya.
Ketiga, Allah Swt. memerintahkan penguasa bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyatnya, termasuk menjamin kebutuhan pokok mereka. Rasulullah saw. bersabda:
“Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus.” (HR. al-Bukhori, Muslim dan Ahmad)
Semua problematika yang dialami umat saat ini, hanya Islamlah solusinya. Mari bersegera menjalankan semua ketentuan Allah Swt. dan Rasul-Nya, dengan cara melaksanakan seluruh syariah Islam. Tugas kita adalah mengingatkan penguasa bahwa kepemimpinan mereka kelak akan ditanya. Wallahu a’lam bishshawab.[]











Comment