HWPL Indonesia Media Forum Tekankan Peran Pers sebagai Agen Perdamaian

Nasional759 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA–— Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap misinformasi dan menurunnya kepercayaan publik pada jurnalisme, HWPL Indonesia menggelar Media Forum secara daring, Sabtu (23/8/2025).

Forum bertema “Saatnya Pers Merdeka dan Membawa Damai” ini berlangsung selama 90 menit dan diikuti peserta dari sembilan media nasional maupun lokal.

Acara menghadirkan Rica Feliciano, Communications Head HWPL Filipina, sebagai narasumber utama dalam sesi wawancara inspiratif. Forum juga menayangkan cuplikan film dokumenter dari Filipina sebelum peserta terbagi ke dalam dua ruang diskusi untuk membahas peran media dalam membangun narasi perdamaian dan persatuan tanpa konflik.

Topik yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana media tetap dapat menjadi agen perdamaian di era digital, di tengah derasnya arus disinformasi di media sosial. Diskusi diarahkan pada pertanyaan penting: substansi atau sensasi dalam pemberitaan?

Walas dari Media Mimbar Bangsa menekankan bahwa media harus bekerja lebih keras menyuarakan perdamaian melalui tulisan dan narasi yang mampu memengaruhi cara pandang masyarakat. “Penulis berita juga perlu menindaklanjuti publikasi dengan artikel lanjutan tentang bagaimana perdamaian dapat diwujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Hendry Nursal, Publicity Ambassador HWPL di Indonesia sekaligus jurnalis Jambi Daily dan Bicara Jambi, menyoroti pentingnya peran media sebagai corong masyarakat. Menurut dia, konflik sering kali muncul karena ketidakadilan dan kesenjangan, sehingga narasi media sebaiknya dipilih secara hati-hati agar tidak memperkeruh keadaan.

Pandangan serupa disampaikan Ridwan Mubarok yang menekankan tanggung jawab moral dan sosial media di samping orientasi keuntungan. “Kebebasan pers adalah kebebasan yang bertanggung jawab, harus berprinsip pada dasar hukum yang berlaku,” katanya.

HWPL dalam forum ini juga menawarkan gagasan agar berita-berita bertema perdamaian dikemas dalam bentuk special feature atau laporan mendalam. Selain itu, forum serupa akan digelar secara berkala, sejalan dengan agenda internasional HWPL yang setiap tahun diperingati pada 14 Maret, 25 Mei, dan 18 September sebagai Hari Perdamaian Dunia.

HWPL juga membuka peluang kerja sama dengan media di Indonesia, termasuk rencana pelatihan jurnalisme perdamaian bagi masyarakat.

Melalui forum ini, HWPL Indonesia menegaskan kembali pentingnya kebebasan pers yang tidak hanya menjadi pilar demokrasi, tetapi juga agen perdamaian di tengah era digitalisasi.[]

Comment