IKAHAN Rayakan 15 Tahun, Perkuat Jembatan Pertahanan Indonesia–Australia

Nasional33 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  — Ikatan Alumni Pertahanan Indonesia–Australia (IKAHAN) merayakan hari jadinya yang ke-15 pada tahun ini. Perjalanan IKAHAN selama satu setengah dekade mencerminkan komitmen jangka panjang Indonesia dan Australia dalam membangun hubungan pertahanan yang kuat, produktif, dan saling menghormati.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menegaskan bahwa kerja sama pertahanan kedua negara terus mengalami penguatan seiring meningkatnya kepercayaan dan kedekatan antarbangsa.

“Kerja sama pertahanan antara Australia dan Indonesia terus menguat, menunjukkan komitmen kita satu sama lain demi terwujudnya kawasan yang damai, stabil, dan makmur. IKAHAN telah memainkan peran kunci dalam memperdalam hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi kerja sama ini,” ujar Rod Brazier.

Hubungan pertahanan Indonesia dan Australia sendiri telah terjalin selama lebih dari 75 tahun. Pada 1947, Australia menjadi negara yang dipilih Indonesia sebagai perwakilannya di Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk merundingkan perjanjian kemerdekaan.

Sejak saat itu, pengamat militer Australia diterima dengan baik di Indonesia.
Memasuki awal 1960-an, kerja sama pertahanan semakin intensif dengan dimulainya program pelatihan perwira Angkatan Pertahanan Australia di Indonesia dan perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Australia. Ribuan perwira dari kedua negara telah belajar, berlatih, dan bekerja bersama.

Salah satu pendiri IKAHAN dari Indonesia, Laksamana TNI (Purn.) Agus Suhartono, menilai IKAHAN sebagai contoh nyata pentingnya investasi jangka panjang dalam hubungan antar masyarakat, khususnya bagi dua negara bertetangga.

“IKAHAN adalah contoh luar biasa dari nilai dan pentingnya investasi dalam hubungan antar masyarakat, terutama bagi negara tetangga yang begitu dekat seperti Indonesia dan Australia. Selamat atas lima belas tahun berdirinya IKAHAN,” ujar Agus Suhartono.

Hal senada disampaikan salah satu pendiri IKAHAN dari Australia, the Hon. Jenderal (Purn.) David Hurley. Ia menekankan peran IKAHAN sebagai jembatan komunikasi dan kerja sama strategis lintas generasi.

“Sejak didirikan, IKAHAN telah menjadi penghubung komunikasi dan kerja sama strategis di semua tingkatan, mulai dari kadet hingga pemimpin pertahanan senior dari kedua negara. Ini mencerminkan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi di antara kita,” kata David Hurley.

Ke depan, hubungan pertahanan Australia–Indonesia kian diperkuat dengan diumumkannya Perjanjian Keamanan Bersama Australia–Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Perjanjian ini dibangun di atas fondasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan 2024 serta Perjanjian Lombok 2006.

IKAHAN sendiri didirikan pada 2011 sebagai asosiasi alumni formal dan menjadi ikatan alumni pertahanan pertama di Indonesia. Hingga kini, IKAHAN telah memiliki lebih dari 5.000 anggota yang berasal dari berbagai matra dan jenjang kepangkatan.[]

Comment