RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Kedutaan Besar Australia di Indonesia bersama Kedutaan Besar Indonesia di Australia meluncurkan program Indonesian Language Learning Ambassadors (ILLA) 2026. Program ini akan menempatkan 67 duta bahasa Indonesia di 53 sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Melalui program tersebut, para duta akan mengajarkan bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya dan adat istiadat Nusantara kepada pelajar Australia.
Selain kegiatan belajar di kelas, para duta juga terlibat dalam interaksi dengan masyarakat setempat guna membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan program ILLA memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan bilateral, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
“Program ILLA memainkan peran penting dalam membangun hubungan antara cendekiawan Indonesia dan mahasiswa Australia, serta meningkatkan pemahaman tentang bahasa dan budaya Indonesia,” kata Brazier, Senin (19/1/2026)
Menurut dia, hubungan personal yang terjalin melalui program ini menjadi fondasi kemitraan jangka panjang antara Australia dan Indonesia.
“Hubungan pribadi yang tercipta melalui program ini menjadi landasan kemitraan berkelanjutan antara Australia dan Indonesia,” ujarnya.
Komitmen kedua negara terhadap keberlanjutan program ILLA sebelumnya ditegaskan dalam Pertemuan Tahunan Pemimpin Australia–Indonesia di Jakarta tahun lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden RI Prabowo Subianto sepakat meningkatkan jumlah duta bahasa Indonesia hingga dua kali lipat, target yang tercapai pada 2025.
Brazier menambahkan, peran duta ILLA tidak terbatas pada kegiatan akademik semata.
“Melalui pengajaran di sekolah dan universitas serta interaksi dengan masyarakat, program ini berkontribusi dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” katanya.
Sebelum penempatan, para duta ILLA mengikuti orientasi dan pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali para duta agar mampu mengajar secara efektif di lingkungan pendidikan Australia yang beragam.[]














Comment