RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Untuk meningkatkan produktivitas kerja, Pemerintah Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, luncurkan inovasi BANUADA (Bayar Pajak untuk Membangun Daerah).
Inovasi yang digagas oleh Camat Hiliserangkai, Kharis Makmur Waruwu merupakan terobosan strategis untuk mengoptimalkan tata kelola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Kharis, selama ini pengelolaan pajak masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain basis data objek pajak yang tidak mutakhir, rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak, serta mekanisme pembayaran yang masih manual.
Dalam keikutsertaannya sebagai peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2025, Kharis menilai, kehadiran inovasi BANUADA akan menjadi jawaban dari kebutuhan mendesak akan sistem pemungutan PBB-P2 dengan menghadirkan sistem yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
“Pada penerapannya kita sudah melakukan berbagai langkah inovatif, mulai dari pembentukan Tim Efektif BANUADA, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) digitalisasi, peluncuran helpdesk digital, hingga pemutakhiran data objek pajak dan supervisi desa,” ungkap Kharis kepada awak media ini, Minggu (21/9/2025).
“Program ini juga menggandeng Bank Sumut sebagai mitra kanal pembayaran digital, sehingga wajib pajak dapat membayar PBB-P2 dengan lebih mudah, cepat, dan transparan,” jelasnya lebih lanjut.
Camat Hiliserangkai itu mengklaim, dalam kurun kurun waktu enam bulan terakhir inovasi BANUADA menunjukkan capaian yang signifikan. Validitas data pajak meningkat hingga lebih dari 80 persen, tingkat kepatuhan wajib pajak naik sekitar 20 persen, dan penerimaan PBB-P2 mengalami tren peningkatan yang positif.
Selain itu, kata Kharis, literasi digital masyarakat juga semakin terbangun melalui sosialisasi dan pendampingan langsung di desa-desa.
“BANUADA bukan sekadar program digitalisasi, melainkan transformasi tata kelola pajak daerah yang menekankan kolaborasi, transparansi, dan partisipasi aktif masyarakat. Melalui inovasi ini, kami ingin menegaskan bahwa membayar pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga wujud nyata partisipasi dalam membangun daerah,” ungkap Camat Hiliserangkai.
Berkat terobosan inovasi BANUADA meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Nias menyambut baik inovasi ini dan mendorong agar dapat direplikasi di kecamatan lain sebagai model praktik baik (best practice) dalam pengelolaan PBB-P2 sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.[]












Comment