RADARINDONESIANEWS.COM, MEDAN — Kapal kemanusiaan milik Kalla Lines yang membawa ribuan ton bantuan dari berbagai lembaga kemanusiaan tiba dan bersandar di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (7/1/2026) petang.
Kapal kargo yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Ahad (4/1/2026) itu tiba sekitar pukul 18.40 WIB setelah menempuh pelayaran dengan kecepatan rata-rata 10 knot.
Kapal milik mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut mengangkut sedikitnya 2.500 ton bantuan kemanusiaan.
Setelah menurunkan relawan dan membongkar bantuan di Belawan, kapal dijadwalkan kembali melanjutkan pelayaran ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Malahayati pada Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara Bagana, sebagian relawan yang turun di Belawan langsung melanjutkan perjalanan darat menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.
Sejumlah relawan bergerak ke Kabupaten Tamiang dan Bener Meriah, Aceh, sementara lainnya menuju Tapanuli Selatan serta daerah terdampak lain di Sumatera Utara.
Para relawan yang diterjunkan memiliki tugas dan fungsi yang beragam sesuai dengan kebutuhan lapangan. Namun, sebagian di antaranya memiliki keahlian dan wilayah tugas yang sama.
Ayub dari Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) menjelaskan, tim yang diturunkan masih didominasi relawan evakuasi untuk wilayah Medan dan Aceh.
“Sementara komunitas Land Rover Bandung memilih fokus sebagai tim ekspedisi ke wilayah Tamiang, Bener Meriah, dan sejumlah daerah yang masih terisolasi,” ujar Ayub.
Selain tim evakuasi, relawan yang diberangkatkan juga terdiri dari tim logistik, ambulans, juru masak, teknisi listrik dan jaringan, teknisi mesin, hingga operator alat berat.
Rombongan turut diperkuat pengawalan dari unsur Polri, TNI, dan laskar, serta sejumlah awak media. Bahkan, beberapa operator membawa serta mini ekskavator dan forklift untuk mendukung percepatan penanganan pascabencana.
Adapun bantuan yang dikirim meliputi 500 ton beras, 2.000 paket sembako, dan 1.259 dus mi instan. Selain itu, terdapat 812 unit kompor lengkap dengan regulator, serta 1.000 set peralatan dapur.
Bantuan lain yang turut disalurkan berupa 20 ribu paket pakaian pria dan perempuan, perlengkapan ibadah seperti sarung, peci, sajadah, dan Al-Qur’an.
Untuk mendukung pembersihan wilayah terdampak, disertakan pula 41 unit mini ekskavator, 200 unit jet cleaner, 20 ribu cleaning kit, 20 ribu pacul, serta 20 ribu sekop.
Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyalurkan bantuan pendidikan berupa 1,5 juta buku tulis, 20 ribu paket perlengkapan sekolah yang berisi buku tulis, pulpen, dan pensil warna, serta 5 ribu tas sekolah.
Masih menurut data Suara Bagana, total relawan yang diberangkatkan mencapai sedikitnya 83 orang dari 13 lembaga kemanusiaan. Lembaga tersebut antara lain PMI, Bukaka, Badan
Penanggulangan Bencana Gerakan Rakyat (Bagana GR), KAHMI Peduli, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR), Laznas AQL, Keluarga Besar Pecinta Alam Bandung Raya, ERU Land Rover, Cakra Abhipraya Responsif, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Masjid Istiqlal, Jundullah Annas, Laz Istiqomah, serta FKBA.[]














Comment