Karhutla Merembet ke Permukiman, 500 Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Daerah57 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang merembet ke kawasan permukiman menghanguskan sekitar 500 rumah warga di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/10/2026). Bencana tersebut berdampak pada sekitar 2.000 jiwa dan memaksa warga meninggalkan rumah mereka.

Berdasarkan beberapa sumber yang dihimpun Radar Indonesia News, kebakaran bermula dari lahan di dekat permukiman penduduk sekitar pukul 15.10 WIB. Kobaran api kemudian meluas dan membakar rumah-rumah warga yang sebagian besar berdinding papan.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga Minggu, 11 Oktober 2026, menunjukkan jumlah rumah terdampak mencapai sekitar 500 unit. Pendataan masih berlangsung sehingga angka tersebut berpotensi berubah.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Agus Afandi, menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api di antara puing-puing bangunan.

“Alhamdulillah, saat ini api sudah berhasil dipadamkan, namun tetap dilakukan proses pendinginan,” kata Agus di lokasi kejadian, Minggu (11/10/2026), sebagaimana diberitakan sejumlah media.

Angin Kencang Mempercepat Perambatan Api

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Indonesia News dari sejumlah laporan media, angin kencang, kondisi lahan yang kering, serta material bangunan yang mudah terbakar diduga mempercepat perambatan api ke kawasan permukiman.

Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan bahwa titik api pertama kali diketahui membakar lahan di sekitar permukiman. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kondisi rumah yang sebagian besar menggunakan material papan membuat api mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Luas lahan yang ikut terbakar juga belum dapat dipastikan karena petugas masih memprioritaskan penanganan darurat dan pendataan dampak bencana.

Warga Mengungsi, Pendataan Berlanjut

Kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 2.000 jiwa terdampak. Namun, jumlah warga yang mengungsi di posko tidak sama dengan keseluruhan warga terdampak.

Media Indonesia melaporkan, sekitar 60 warga berada di posko pengungsian, sedangkan sebagian warga lainnya menumpang di rumah saudara atau kerabat. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan pascabencana perlu memperhatikan warga yang kehilangan tempat tinggal, termasuk mereka yang mengungsi secara mandiri.

Petugas gabungan dari BPBD, pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, serta unsur terkait terus melakukan penanganan di lokasi. Selain memastikan tidak ada titik api yang tersisa, petugas melakukan pendataan rumah terdampak dan menghitung kerugian material.

Hingga laporan ini disusun, nilai kerugian akibat kebakaran belum diketahui secara pasti. Pemerintah daerah bersama petugas terkait masih berfokus pada penanganan darurat, pendataan warga terdampak, dan kebutuhan pengungsi.

Radar Indonesia News akan terus memantau perkembangan penanganan bencana tersebut, termasuk pembaruan data kerusakan rumah, kondisi warga, dan langkah pemulihan permukiman di Dusun Serdang.[]

Comment