Kemenko Perekonomian Dukung ASOCIO Digital AI Summit 2026, Jakarta Siap Jadi Pusat Kolaborasi AI Asia–Oseania

Nasional909 Views

RADARINDONESIANEWS.COM,  JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital AI Award yang akan digelar di Raffles Hotel Jakarta pada 29–31 Juli 2026.

Forum teknologi internasional tersebut dipandang sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kecerdasan buatan di kawasan Asia–Oseania.

Deputi III Bidang Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Dr. Ir. Ali Murtopo Simbolon, mengatakan pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara inovatif namun tetap bertanggung jawab.

“Indonesia terus mendorong pemanfaatan AI yang inovatif namun tetap bertanggung jawab. Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kerja sama regional di bidang teknologi dan transformasi digital,” ujar Ali dalam Press Conference & Soft Launch ASOCIO Digital AI Summit 2026 and ASOCIO Digital AI Award di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Ali, kolaborasi lintas negara dan lintas sektor merupakan faktor penting dalam mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Karena itu, forum internasional seperti ASOCIO Digital AI Summit dinilai memiliki peran strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam bertukar gagasan, pengalaman, serta peluang kerja sama. Indonesia sendiri dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat inovasi digital di kawasan.

Perkembangan ekonomi digital nasional menunjukkan tren positif. Berbagai studi memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia telah melampaui 80 miliar dolar AS dan diproyeksikan menembus 130 miliar dolar AS pada 2025, menjadikannya salah satu ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Transformasi digital yang semakin masif di berbagai sektor industri juga membuka peluang luas bagi pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing nasional.

Ketua Panitia Penyelenggara Karim Taslim, yang juga menjabat sebagai Ketua Komtap AI DPP APTIKNAS, mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan peluang penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital global.

“Jika kita mempersiapkan penyelenggaraan dengan maksimal, kehadiran delegasi dari 24 negara ini bisa membuka peluang besar bagi investasi dan kemitraan strategis di sektor teknologi digital,” kata Karim.

Ia menambahkan, forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga platform untuk membangun jaringan kerja sama baru antara pelaku industri teknologi Indonesia dengan mitra internasional.

Ajang tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 800 delegasi dari 24 negara anggota ASOCIO yang terdiri dari pemimpin industri teknologi, perwakilan pemerintah, akademisi, peneliti, hingga inovator digital. Berbagai isu strategis akan dibahas, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital lintas sektor industri, hingga peluang kolaborasi teknologi di kawasan Asia–Oseania.

Selain forum diskusi, kegiatan ini juga akan menghadirkan sesi keynote speech dari pemimpin industri global, panel diskusi lintas sektor, serta penganugerahan ASOCIO Digital AI Award bagi inovasi teknologi terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Chairman ASOCIO Stan Singh menilai kawasan Asia–Oseania memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat sehingga membutuhkan ruang kolaborasi yang kuat untuk mempercepat inovasi.

“Asia–Oseania adalah kawasan dengan pertumbuhan digital yang sangat cepat. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk mempercepat inovasi AI yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) Ir. Soegiharto Santoso mengatakan forum ini dapat menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan nasional sekaligus membuka peluang investasi teknologi.

“ASOCIO Digital AI Summit 2026 merupakan kesempatan langka bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan dalam transformasi digital di Asia–Oseania. Kami di APTIKNAS mendukung penuh agar forum ini menjadi katalis kolaborasi, inovasi, dan investasi teknologi,” kata Soegiharto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, pengembangan teknologi kecerdasan buatan perlu diiringi dengan prinsip etika, regulasi yang jelas, serta pengawasan manusia yang memadai agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Selain itu, penguatan ekosistem talenta digital juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan AI nasional. Pemerintah menargetkan pengembangan ratusan ribu talenta digital baru di bidang teknologi, seperti programmer, developer, data scientist, dan ahli kecerdasan buatan untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Dengan dukungan pemerintah melalui Kemenko Perekonomian, penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 di Jakarta diharapkan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar teknologi digital yang besar, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan kecerdasan buatan di kawasan Asia–Oseania.

Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan di ekosistem digital nasional turut hadir dalam konferensi pers tersebut, di antaranya Krismassion Prihationo dari Badan Pengembangan SDM KOMDIGI, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, Ketua Umum AAKBIndo Dr. Wim Tangkilisan, Ketua Dewan Pengawas AAKBIndo Erlin Veronica Hartanto, Chairman IAIS Hendy Risdianto Wijaya, serta Ketua Umum DPP SPRI Heintje Mandagie.

Hadir pula sejumlah pengurus DPP APTIKNAS, antara lain Andi Mulja Tanudiredja, Yuliasiane Sulistiyawati, Hartanto Sutardja, Fauzi Rahman, Maulis Taufik Kosasih, dan Yuliyanti.[]

Comment