Kementerian Ekraf Bahas Peluang Kolaborasi untuk Perkuat Media Digital yang Aman bagi Perempuan

Nasional13 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kolaborasi strategis dalam memperkuat ekosistem media digital sebagai wadah yang aman bagi perempuan saat menerima audiensi media digital Magdalene.co.

Wamen Ekraf menyoroti momentum Hari Kartini yang menjadi langkah dalam menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam industri kreatif dan pembangunan sosial.

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang dialog yang aman, seperti Magdalene, untuk membahas isu-isu seperti kesehatan mental dan dinamika keluarga, agar masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga dapat saling terhubung dan mencari solusi bersama,” ujar Wamen Ekraf saat audiensi di Autograph Tower, Jakarta pada Selasa (21/4/2926).

Didirikan 13 tahun lalu, Magdalene lahir dari kebutuhan akan representasi perempuan yang lebih utuh di media. Magdalene konsisten mengangkat isu-isu seperti kekerasan berbasis gender, keberagaman, hingga ketimpangan sosial guna mendorong terciptanya masyarakat yang lebih setara.

Magdalene merupakan bagian dari PT Citra Puan Berdikari, perusahaan berbadan hukum yang menjalankan kerja jurnalistik dan menghasilkan produk pers.

Sejalan dengan semangat Hari Kartini, Wamen Ekraf turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas, termasuk pemberdayaan perempuan melalui narasi yang inklusif.

Audiensi ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama konkret, baik melalui kampanye publik, partisipasi dalam forum dan festival, maupun penguatan kapasitas pelaku industri kreatif.

“Kami melihat media memiliki peran kunci dalam membentuk perspektif publik, termasuk terhadap industri ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi dengan Magdalene, kami berharap dapat memperluas jangkauan literasi digital serta menghadirkan konten yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran perempuan di era digital,” ujar Wamen Ekraf.

Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Redaksi Magdalene, Devi Asmarani, memaparkan posisi Magdalene sebagai media independen yang berfokus pada isu gender, keberagaman, dan keadilan sosial melalui pendekatan jurnalisme berbasis solusi.

Magdalene juga memperkenalkan sejumlah program strategis 2026, antara lain Sisterhood Festival, Pesta Literasi, Equality Talk, dan Women Lead Forum yang akan dilaksanakan pada September–November 2026 mendatang yang dinilai memiliki potensi sinergi dengan Kementerian Ekraf, khususnya dalam penguatan konten kreatif berbasis nilai serta peningkatan literasi digital masyarakat.

“Magdalene hadir untuk mengangkat isu-isu yang berdampak pada perempuan dan kelompok rentan, tidak hanya menyoroti permasalahan, tetapi juga menghadirkan perspektif solusi yang mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif,” ujarnya.

Kementerian Ekraf menyambut positif inisiatif program tersebut dan siap berkolaborasi dalam memperkuat literasi digital yang berdampak luas bagi masyarakat.

Wamen Ekraf berharap pembahasan ini dapat memperluas jangkauan literasi digital serta menghadirkan konten yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat peran perempuan di era digital.

Melalui kolaborasi _hexahelix_, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaku industri kreatif melalui penguatan program dan kebijakan, seiring harapan Magdalene untuk menghadirkan dampak nyata bagi industri media dan masyarakat yang lebih inklusif.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Kementerian Ekraf dan Magdalene dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam audiensi ini yaitu Kepala Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Kiagoos Irvan Faisal.[]

Comment

Rekomendasi Berita