Kemitraan Statistik Indonesia–Australia Masuki Babak Baru, Dorong Kebijakan Berbasis Data

Nasional267 Views

RADARINDONESIANEWS.COM – Kerja sama panjang antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) kembali diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) baru di Bali, kemarin.

Penandatanganan dilakukan oleh Australia’s Chief Statistician, Dr. David Gruen, dan Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, disaksikan Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.

Demikian bunyi rilis yang dikirim ke Redaksi Radar Indonesia News, Selasa (2/12/2025).

MoU ini sekaligus menandai tiga dekade kolaborasi kedua lembaga sejak kerja sama awal dimulai pada 1995. Dukungan terhadap kemitraan ini juga diberikan oleh Kedutaan Besar Australia melalui program Prospera—Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi.

Dr. Gruen menyebut penandatanganan MoU sebagai momentum refleksi sekaligus konsolidasi kemitraan. “Acara ini menjadi kesempatan luar biasa untuk merayakan kemitraan yang erat dan langgeng antara BPS dan ABS selama 30 tahun terakhir. Kolaborasi yang berjalan panjang ini menunjukkan kekuatan dan manfaat bersama bagi kedua organisasi,” ujarnya.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa kolaborasi yang terbangun tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga relasi yang lebih personal.

“Minggu ini, kita sepakat membawa kerja sama ini ke tingkat yang lebih tinggi. Bukan hanya memperkuat kemitraan, tetapi membangun persahabatan.

Dengan hubungan yang lebih baik, kepercayaan tumbuh dan kedua pihak bisa saling mendukung untuk menjadi NSO berkelas dunia di masa depan,” kata Widyasanti.

Kuasa Usaha Australia, Gita Kamath, menambahkan bahwa penguatan kerja sama statistik ini penting di tengah isu-isu lintas batas yang membutuhkan data akurat.

“Kolaborasi ini mendukung kebijakan yang lebih berbasis data dan memastikan kedua negara bekerja lebih erat dalam isu statistik yang menjadi kepentingan bersama,” ujarnya.

Usai penandatanganan MoU, Dr. Gruen dan Widyasanti membuka pelatihan kepemimpinan bagi lebih dari 60 pimpinan BPS dari pusat dan daerah.

Mereka menekankan pentingnya membangun sistem statistik nasional yang modern, efektif, dan responsif untuk mendukung perumusan kebijakan yang berbasis bukti, terutama dalam pertumbuhan inklusif dan penanggulangan kemiskinan.

Kerja sama baru ini menegaskan bahwa Indonesia dan Australia melihat data sebagai fondasi penting dalam mendorong pembangunan yang lebih kuat dan berkelanjutan.[]

Comment