Ketua Umum PJMI Ismail Lutan Raih Humas Award 2025

Nasional240 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA  — Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Ismail Lutan meraih Humas Award 2025 yang diberikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Selain Ismail, sebanyak 11 jurnalis lain yang biasa meliput kegiatan Kemenag turut menerima penghargaan serupa.

Penghargaan bertema “Satu Kemenag, Berjuta Cerita Baik” itu digelar dalam suasana meriah di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (1/12) malam.

Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa Humas Award bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya memperkuat karakter Kementerian Agama sebagai lembaga yang menjunjung empati, nilai, serta tanggung jawab moral.

“Tema Satu Kemenag, Berjuta Cerita Baik bukan sekadar slogan. Ini identitas kita sebagai kementerian yang bekerja dengan nilai, dengan empati, dan dengan tanggung jawab moral,” ujar Menag.

25 Tahun Mengabdi sebagai Jurnalis Kemenag

Ismail Lutan, yang sudah lebih dari 25 tahun meliput aktivitas Kemenag sejak era Menteri Tarmizi Taher, mengaku sangat terharu menerima apresiasi tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya datang tanpa menyangka akan mendapatkan penghargaan.

“Tadinya saya kira undangan liputan biasa, karena tidak membaca secara detail. Sangat terharu, tidak menyangka sama sekali,” ujarnya.

Ismail bersyukur datang dengan pakaian batik karena sebelumnya baru menghadiri agenda resmi.

“Kalau pakai kaos dan jeans, wah… malu juga menerima penghargaan,” katanya sambil tertawa.

Ia menilai Menag Nasaruddin memahami betul dunia jurnalistik. “Beliau dulu pernah menjadi wartawan, jadi sangat paham suka-duka perjalanan seorang jurnalis,” tambahnya.

Kenangan Lama dengan Nasaruddin Umar

Ismail juga menceritakan pengalamannya bersama Nasaruddin Umar pada 2005 saat dirinya menjadi Pemred Tabloid At-Tin. Ketika itu, Nasaruddin menunjukkan buku barunya yang masih berupa cetakan sampel.

Usai ceramah, Ismail meminjam buku tersebut untuk diresensi.

“Ini baru sampel, kembalikan ya. Nanti setelah dicetak saya kasih bukunya,” kata Nasaruddin saat itu.

Namun hingga kini, Ismail mengaku belum sempat mengembalikannya. “Tapi buku itu sering saya kutip kalau menulis artikel.” Imbuhnya. []

Comment