Ketum MUI Apresiasi Pengukuhan 10 Ribu Guru Al-Qur’an Wahdah Islamiyah

Nasional57 Views

RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH M Anwar Iskandar mengapresiasi pengukuhan 10 ribu guru Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

KH Anwar menilai pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga dan mengajarkan Al-Qur’an. Terlebih, pengukuhan ribuan guru Al-Qur’an itu dipimpin langsung Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar yang juga Rektor Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.

“Saya bangga dan terharu melihat pengukuhan 10 ribu guru Al-Qur’an dari seluruh Indonesia ini. Sungguh, Allah menjanjikan dalam Al-Qur’an bahwa Dialah yang menurunkan Al-Qur’an dan Dialah yang akan menjaganya,” ujar KH Anwar.

Menurut dia, pengukuhan tersebut menunjukkan adanya ikhtiar umat dalam menjaga keberlangsungan pengajaran Al-Qur’an di Indonesia. Ia menyebut para guru yang dikukuhkan sebagai bagian dari upaya menjaga Al-Qur’an melalui proses pendidikan dan transmisi keilmuan.

KH Anwar menjelaskan, cara menjaga Al-Qur’an dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Di era modern, salah satu bentuknya dilakukan melalui keberadaan para guru atau mu’allim yang memiliki kompetensi dan sanad keilmuan yang tersambung hingga Rasulullah SAW.

“Bapak dan Ibu sekalian yang dikukuhkan hari ini dipanggil oleh Allah untuk sebuah tugas yang tidak sembarangan. Lakukanlah tugas mengajar ini dengan penuh keikhlasan. Insya Allah, keberkahan Al-Qur’an akan mengalir kepada kehidupan Bapak, Ibu, dan seluruh keluarga besar Wahdah Islamiyah,” katanya.

Ia juga berharap Muktamar V Wahdah Islamiyah dapat berlangsung lancar serta menghasilkan keputusan dan program kerja yang memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan umat Islam.

“Selamat dan sukses atas pengukuhan 10 ribu guru Al-Qur’an dan Muktamar V Wahdah Islamiyah. Semoga menghasilkan kepemimpinan dan program kerja yang benar-benar berkhidmat demi kepentingan negara dan umat Islam, melahirkan khairu ummah bagi Indonesia,” ujar KH Anwar.

Menag Apresiasi Peran Wahdah Islamiyah

Sementara itu, Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar turut mengapresiasi langkah Wahdah Islamiyah yang mengukuhkan 10 ribu guru Al-Qur’an. Menurut dia, keberadaan para guru tersebut dapat memperkuat upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10 ribu ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil,” kata Nasaruddin.

Ia mencontohkan, apabila setiap guru mampu membimbing 10 orang untuk dapat membaca Al-Qur’an, maka terdapat potensi jutaan orang mendapatkan pembinaan dalam waktu relatif singkat.

Nasaruddin juga menyampaikan bahwa persoalan buta huruf Al-Qur’an di Indonesia masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama. Menurut dia, pemerintah, termasuk Kementerian Agama, tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Qur’an sendiri. Di sinilah peran ormas Islam, termasuk yang konkret yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10 ribu guru Al-Qur’an untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam dapat terus diperkuat sehingga akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an semakin luas.

Pengukuhan 10 ribu guru Al-Qur’an tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Muktamar V Wahdah Islamiyah yang digelar di Jakarta.[]

Comment