RADARINDONESIANEWS .COM, JAKARTA— Atta Ul Karim melalui komunitas internasional yang ia dirikan, International Creatives Exchange (ICE), tengah menggagas sebuah inisiatif bertajuk “Negeri Kami”. Program ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke berbagai penjuru dunia.
Atta mengungkapkan, gagasan tersebut muncul dari lingkar pertemanannya yang luas dan bersifat global. Sebagai diaspora Pakistan yang besar di Indonesia, banyak teman masa kecilnya kini telah menetap dan berwirausaha di berbagai negara.
“Teman-teman saya ada di Malaysia, Singapura, Inggris, Amerika, Qatar, Dubai, dan masih banyak lagi,” ujar Atta di Istana al-Barkat, Jalan RS Fatmawati Raya No.28 AA, RT.1/RW.5, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan (18/11/25).
Menurutnya, sebagian besar dari mereka memang mengenal Indonesia, namun hanya sebatas nama tempat populer seperti Bali atau gambaran umum tentang budaya Betawi di Jakarta.
“Mereka tidak menyangka bahwa budaya Indonesia sangatlah kaya. Di setiap pulau besar saja sudah ada perbedaan mencolok, belum lagi kekhasan setiap provinsi,” ungkapnya.
Berangkat dari kesenjangan informasi tersebut, Atta merasa perlu membangun sebuah platform yang mampu menyajikan pengetahuan budaya secara utuh dan mudah diakses. Dari sinilah program Negeri Kami lahir.
Dalam pengembangannya, Negeri Kami akan menghadirkan sebuah portal digital sebagai pusat informasi mengenai ragam budaya Nusantara. Atta juga berencana mengajak tokoh dan budayawan Indonesia untuk berkontribusi membagikan wawasan mereka.
“Saya ingin mengajak para budayawan untuk berbicara tentang budaya Indonesia. Nanti akan kami terjemahkan agar bisa dipahami masyarakat internasional,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan program, Atta menyiapkan rencana jangka panjang berupa penunjukan duta budaya dari masing-masing daerah. Mereka akan bertugas mewakili provinsi dalam menyampaikan kekhasan lokal di tingkat global.
“Ke depan, insya Allah akan ada duta di setiap daerah. Tugas dan tanggung jawabnya sedang kami rumuskan,” tuturnya.
Atta juga membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan yang dipimpin Fadli Zon. Namun, ia menegaskan bahwa tahap awal program ini tetap akan dijalankan secara mandiri.
“Kita mulai dulu saja. Kalau nantinya ada kesempatan bekerja sama dengan Menteri Kebudayaan, saya tentu sangat bersyukur,” katanya.
Saat ini program Negeri Kami sudah mulai bergerak, meski peluncuran resminya belum dilakukan. Proses perapihan situs dan pengumpulan materi informasi kini tengah berlangsung.
Dengan inisiatif ini, Atta Ul Karim berharap wajah Indonesia yang kaya, beragam, dan penuh cerita dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia.[]









Comment