M. Izadin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Selatan: Kerja Keras Bebas Cemas

Nasional892 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Merangkul Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI) dan Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, BPJS Ketenagakerjaan menggelar Sosialisasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Kuning Jagakarsa Jakarta Selatan Senin (18/8/25).

Hadir dalam kesempatan Sosialisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini Dr. Hj. Arzeti Bilbina, S.E, M.AP, anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa, M. Izadin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Selatan, Seno M. Harjo, Pembina YPJI dan Andi Arief, Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia, Michael Firdaus, Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Cilandak dan para Jurnalis.

Dalam paparannya, M. Izadin mengatakan, tagline kita kerja keras bebas cemas. Berarti bekerja tidak perlu lagi memikirkan resiko karena sudah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Dia menambahkan, dua program mendasar yang sangat perlu dimiliki oleh para pekerja yaitu kecelakan kerja (JKK) dan kematian (JKM).

Untuk dua Jaminan tersebut, Izadin mengatakan bahwa iurannya sangat murah.

“Murah saja iurannya yaitu Rp16.800. Sangat ekonomis. Kalau ada apa apa terhadap resiko pekerjaan atau kematian akan dicover dan anak yang ditinggalkan mendapatkan beasiswa untuk dua orang  sampai selesai perguruan tinggi. Itu manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan program pemerintah untuk rakyat Indonesia.” Ujarnya.

Jadi, tambah Izadin, ada dua program yang paling dibutuhkan oleh pekerja di Indonesia untuk sektor informal yaitu kecelakan kerja dan kematian. Karena di saat kita bekerja tentu memiliki resiko. Apapun itu pekerjaannya. Kalau kematian, kita sudah tahu bahwa semua kita menuju ke sana.

“Jadi ikuti program dari BPJS Ketenagakerjaan supaya kita terlindungi dan sejahtera.” anaknya.

Untuk wartawan, Izadin menambahkan, temen temen wartawan ini kan pekerja mandiri berarti lebih ke informal. Bisa ikut yang BPJS dasar- JKK dan JKM dengan iuran Rp16.800/bulan.

Izadin melanjutkan, untuk para wartawan mandiri, kalau ada rezeki tambahan, bisa ikut program Jaminàn Hari Tua (JHT). Jadi bisa tiga program. Awalnya dua program dulu, setelah mampu dan mapan, bisa nambah program Jaminàn Hari Tua.

“Ke depan kita akan terus memperluas cakupan untuk perlindungan jaminàn sosial terutama masyarakat di pedesaan dan pelosok pelosok karena jaminàn sosial etenagakerjaan ini untuk seluruh masyarakat Indonesia yang bekerja baik formal maupun informal. Intinya mereka yang bekerja wajib terlindungi. Kita sudah perluas juga pelayanan kita sampai desa desa dengan akses semudah mungkin.” Ujar M. Izadin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Peduli Jurnalis Indonesia (YPJI), Andi Arief yang hadir ditemani Seno M. Harjo sebagai pembina YPJI mengatakan sangat mendukung sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan ini.

Masyarakat terutama anggota BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terdaftar tentunya berharap BPJS Ketenagakerjaan mampu mewujudkan tagline,”Kerja Keras Bebas Cemas”.

Sosialisasi program Jaminàn Sosial BPJS Ketenagakerjaan yang bersamaan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-80 ini  panitia menggelar lomba, panggung gembira dan doorprize untuk para peserta.[]

Comment