RADARINDONESIANEWS. COM, BEKASI — Sekitar 80 warga Kampung Ketapang, RW 02, Desa Kalijaya, Kabupaten Bekasi, mengikuti cek kesehatan dan pengobatan gratis yang digelar Kelompok KKN Aksata Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Tempat Bimbel Daffa itu merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN dengan Puskesmas Telaga Murni. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. H. Arief Kurnia, MARS.
Kolaborasi itu bermula dari audiensi Kelompok KKN Aksata dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KKN Kelompok Aksata, Allan Nuari Wahar, menyampaikan aspirasi warga mengenai kebutuhan terhadap akses layanan kesehatan, khususnya pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini.
“Kami melihat warga di RT 01/RW 02 Kampung Ketapang sangat membutuhkan akses layanan kesehatan untuk pencegahan dan penanganan penyakit. Oleh karena itu, kami memohon dukungan Dinas Kesehatan untuk berkolaborasi mengadakan cek kesehatan gratis dan pengobatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Allan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Arief mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis pada dasarnya telah berjalan secara rutin melalui puskesmas di wilayah masing-masing. Ia kemudian menginstruksikan Puskesmas Telaga Murni untuk memfasilitasi kegiatan dan turun langsung memberikan pelayanan kepada warga.
Instruksi tersebut kemudian diwujudkan melalui kegiatan cek kesehatan dan pengobatan gratis pada Sabtu pagi hingga siang. Warga tampak antusias mengikuti pemeriksaan. Sekitar 80 orang tercatat mendaftar dan mendapatkan layanan kesehatan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dede Sulaeman, mengatakan tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa layanan kesehatan dasar masih menjadi kebutuhan penting di masyarakat.
“Melihat antusiasme yang begitu besar, kami menyadari bahwa kegiatan ini merupakan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus wujud pengabdian kami sesuai prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Dede.
Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dapat melanjutkan kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis secara berkala dengan sasaran yang tepat.
Bagi warga, kegiatan tersebut dinilai membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan sekaligus memperoleh pengobatan dasar tanpa biaya. Sejumlah warga berharap layanan serupa tidak berhenti pada kegiatan KKN, tetapi dapat dilaksanakan secara berkala.
Ketua RW 02 Kampung Ketapang, Yayat, menyampaikan harapan serupa. Menurut dia, keberlanjutan layanan kesehatan gratis akan memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Kalau bisa, kegiatan CKG dan pengobatan gratis ini bisa berlanjut terus. Memang itu yang dibutuhkan warga desa kami,” ujar Yayat.[]













Comment