Mengarahkan Generasi Z Menuju Generasi Emas Berkepribadian Islam

Opini44 Views

Penulis: Dewi Ummu Azkia | Aktivis Dakwah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Generasi Z saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Berbagai survei menunjukkan tingginya angka gangguan kecemasan dan masalah kesehatan mental di kalangan anak muda Indonesia. Penyebabnya beragam, mulai dari pengaruh media sosial, tekanan sosial yang melahirkan berbagai stigma seperti “generasi stroberi”, hingga tekanan ekonomi akibat sulitnya memperoleh pekerjaan dan ketidakpastian masa depan.

Di balik berbagai tantangan tersebut, Generasi Z sesungguhnya menyimpan potensi luar biasa. Mereka dikenal kreatif, kritis dalam berpikir, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berani menyampaikan pendapat, serta berada pada usia dengan kondisi fisik yang relatif prima. Potensi inilah yang semestinya menjadi modal besar untuk membangun masa depan bangsa.

Karena itu, generasi yang lebih tua, baik Generasi X maupun generasi milenial, memiliki tanggung jawab untuk membimbing dan mengarahkan mereka. Potensi besar tersebut jangan sampai justru terkikis oleh sistem kehidupan yang dipandang penulis sarat dengan nilai-nilai kapitalistik yang lebih mendorong materialisme daripada pembentukan karakter.

Peran keluarga, pendidik, masyarakat, hingga pemerintah menjadi sangat penting. Generasi Z membutuhkan kasih sayang, perhatian, ruang untuk berkembang, serta kebijakan yang mampu mengakomodasi bakat, kreativitas, dan semangat mereka. Lingkungan yang sehat akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang tangguh.

Dalam perspektif Islam, Generasi Z telah memasuki usia mukalaf, yakni usia ketika seseorang telah dibebani kewajiban syariat. Oleh karena itu, pembinaan keimanan dan pemikiran menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mereka.

Sebagaimana dijelaskan oleh dalam kitab Nidzamul Islam, perubahan perilaku manusia berawal dari perubahan cara berpikirnya. Pemikiran yang dimaksud adalah cara pandang menyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam semesta. Dari sinilah dakwah berbasis pemikiran menjadi salah satu pendekatan yang dinilai efektif dalam membangun kepribadian Islam.

Penguatan akidah perlu disampaikan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter Generasi Z. Bahasa yang hangat, dialog yang terbuka, forum kajian yang menarik, serta kesediaan mendengarkan kegelisahan mereka akan jauh lebih efektif daripada sekadar memberi nasihat.

Mereka juga perlu diberi kepercayaan dan tanggung jawab sesuai dengan bakat serta kemampuannya agar tumbuh rasa percaya diri dan tanggung jawab.

Selain itu, penting pula memperkenalkan mereka kepada teladan para pemuda dalam sejarah Islam. Semangat keimanan, keberanian menegakkan kebenaran, serta keteguhan mereka dalam memegang prinsip dapat menjadi inspirasi bagi Generasi Z untuk memiliki figur teladan yang membangun.

Harapan melahirkan Generasi Emas bukan sekadar menciptakan generasi yang unggul secara intelektual, tetapi juga generasi yang memiliki syakhsiyyah atau kepribadian Islam yang kokoh, mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keimanan.

Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi, di mana Generasi Z menjadi salah satu kelompok usia terbesar dalam struktur penduduk. Kondisi ini merupakan karunia Allah SWT yang harus disyukuri dengan ikhtiar sungguh-sungguh untuk membina, melindungi, dan mengarahkan mereka agar tidak terjerumus ke dalam berbagai krisis moral maupun spiritual.

Dengan sinergi keluarga, masyarakat, pemerintah, dan para pegiat dakwah, insya Allah Generasi Z dapat tumbuh menjadi generasi emas yang membawa kebaikan bagi umat, bangsa, dan peradaban. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Comment